UISG3

Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Pastor Federico Lombardi, mengatakan Paus Fransiskus tidak mengatakan dalam sambutannya kepada para pemimpin ordo dan kongregasi religius perempuan bahwa dia bermaksud memperkenalkan pentahbisan perempuan apalagi tentang pentahbisan perempuan sebagai imam.

Pernyataan Pastor Lombardi itu dikeluarkan menyusul pernyataan Paus yang luas diberitakan bahwa ia ingin mendirikan sebuah komisi untuk mempelajari pertanyaan tentang diakon perempuan. Pernyataan Paus Fransiskus tentang para diakon perempuan muncul dalam sesi tanya jawab hari Kamis, 12 Mei 2015, dengan sekitar 900 pemimpin ordo dan kongregasi religius perempuan yang merupakan anggota dari International Union of Superiors General (International Union of Superiors General, IUSG).

Siang Umum ke-20 IUSG berlangsung di Roma, 9-13 Mei 2016. Suster Anna Marie OP, superior jenderal dari Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus (OP) di Indonesia menghadiri sidang itu. Suster itu datang sebagai wakil Indonesian Union of Superiors General yang terbentuk di Eco Camp, Dago, Bandung, 5 Desember 2015. Saat itu Suster Veronica Manaan DSY dipilih sebagai ketua dan Suster Anna Marie OP sebagai sekretaris.

Selama satu setengah jam percakapan tentang misi dan pelayanan perempuan dalam kehidupan religius itu, Paus menjawab beberapa pertanyaan yang sulit, termasuk pertanyaan apa yang membuat Gereja tidak memasukkan perempuan di antara para diakon permanen, sama seperti pada Gereja perdana. Dalam jawabannya, Paus mengatakan bahwa pemahaman tentang peran diakon perempuan dalam Gereja perdana masih belum jelas dan disepakati dengan para suster sehingga akan berguna untuk membentuk sebuah komisi untuk mempelajari pertanyaan itu.

Pastor Lombardi menggambarkan perjumpaan  antara Paus dan kaum religius perempuan itu sebagai “percakapan yang indah” yang sangat “membesarkan hati” tentang perempuan dan khususnya tentang perempuan hidup bakti dalam kehidupan Gereja, termasuk peran mereka dalam posisi-posisi penting dalam dikasteri-dikasteri di mana pentahbisan tidak disarankan.

Mengacu pada sambutan Paus yang banyak dilaporkan tentang pembentukan komisi untuk mempelajari pertanyaan tentang diakon perempuan, Pastor Lombardi mengatakan ini adalah isu yang telah dibicarakan dalam Gereja di masa lalu dan muncul dari kenyataan bahwa dalam Gereja perdana ada perempuan-perempuan yang digambarkan sebagai diakon-diakon perempuan yang melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam komunitas Kristen.

Pastor Lombardi mengatakan, “kita harus jujur” kalau melihat pernyataan Paus tentang keinginan membentuk komisi lihatlah isu ini dengan lebih jelas.

“Paus tidak mengatakan bahwa ia bermaksud memperkenalkan pentahbisan diakon perempuan apalagi berbicara tentang pentahbisan perempuan sebagai imam.” Dalam kenyataannya, Paus memperjelas dalam khotbahnya dalam Perayaan Ekaristi bahwa dia sama sekali tidak tidak mempertimbangkan (pertanyaan) ini. ”

Pastor Lombardi juga mengatakan bahwa adalah memperkecil semua banyak hal penting yang dikatakan Paus dalam pertemuannya dengan para suster religius itu menjadi satu pertanyaan ini. (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

UISG1

UISG2

Sr Anna Marie OP

Tinggalkan Pesan