IMG_1625

Pastor Dismas Valen Salettia Pr mengajak umat Katolik di paroki terluar di wilayah utara Keuskupan Manado, untuk membangun komunikasi terapeutik atau komunikasi yang menyembuhkan untuk memperkokoh persekutuan baik dalam keluarga maupun dalam Gereja.

Dalam homili Misa Minggu Paskah ke-VI, bertepatan Hari Komunikasi se-Dunia ke-50, di Gereja Maria Ratu Damai Melonguane, Kepulauan Talaud, tanggal 8 Mei 2016, imam baru itu mengatakan kepada umat Katolik bahwa Hari Komunikasi se-Dunia tahun ini adalah saat yang penting untuk merefleksikan persekutuan.

Alasannya, tegas Pastor Dismas, “perpecahan dalam agama merupakan fenomena yang terjadi dalam agama-agama saat ini, bahkan berdasarkan penelitian LIPI, hampir semua agama mengalami perpecahan dalam dirinya sendiri.”

Puluhan keluarga dari Paroki Maria Ratu Damai Melonguane berkumpul untuk merayakan Misa Syukur atas Sakramen Imamat yang dimeteraikan kepada Pastor Dismas oleh Uskup Manado Mgr Josephus Suwatan MSC tanggal 9 April 2016.

Pastor kelima dari Paroki Santa Familia Mangaran Talaud yang menjadi selebran utama Misa Syukur itu mengatakan, komunikasi berarti membangun persekutuan. “Saya berkomunikasi dengan seseorang berarti saya mau membangun hubungan dengan seseorang dan hubungan antarpribadi itu hanya dimungkinkan melalui komunikasi yang menghidupkan, yaitu komunikasi kasih,” kata Pastor Dismas, yang didampingi Kepala Paroki Maria Ratu Damai Melonguane Pastor Delis Umbas Pr.

Umat Katolik, umat Kristiani, harap imam itu, perlu membangun komunikasi keluarga, komunikasi kasih, dan komunikasi terapeutik, “yakni komunikasi yang menyembuhkan, bukan komunikasi yang menyakitkan, supaya persekutuan yang diharapkan dimungkinkan.”

Tak sedikit umat terpaksa mengikuti Misa dari luar gedung gereja di bawah tenda yang disiapkan umat sehari sebelumnya. Meskipun demikian, menurut Ketua Stasi Lirung, Yafet Makawimbang, “jumlah umat yang hadir ini tidak begitu banyak dan yang datang ini hanya dari daratan Pulau Karakelang.”

Dijelaskan bahwa sebelumnya Pastor Dismas juga sudah mempersembahkan Misa di Gereja Stasi Santo Theodorus Bitunuris dan Stasi Lirung yang terletak di Pulau Salibabu.

Wilayah Paroki Maria Ratu Damai Melonguane meliputi Pulau Salibabu dan Karakelang dan memiliki tujuh stasi dengan jumlah umat mencapai 874 jiwa yang dilayani oleh satu imam tanpa tenaga katekis. Paroki ini dimekarkan tanggal 27 Desember 2007 dari paroki induk Paroki Santa Familia Mangaran.

“Salah satu alasan mengapa Pastor Dismas juga membuat Misa pertamanya di paroki ini adalah karena benih panggilannya tumbuh saat wilayah ini ketika masih satu dengan Paroki Santa Familia Mangaran,” jelas Pastor Delis Umbas.

Alasan lain, karena dengan menerima Sakramen Tahbisan, Pastor Dismas sudah menjadi milik Allah dan milik semua umat, kata pastor itu seraya berharap agar dengan bantuan doa umatnya Pastor Dismas tetap kuat dan semakin banyak tumbuh benih-benih panggilan imam yang baru.(rey)

IMG_1618

Tinggalkan Pesan