Yesus-berdoa-bagi-para-murid-Nya

PEKAN PASKAH VII (P)

Santo Antonius dari Florence; Santo Gordianus dan Epimakus; Beato Damianaus de Veuster

Bacaan I: Kis. 20:17-27

Mazmur: 68:10-11.20-21; R:33a

Bacaan Injil: Yoh. 17:1-11a

Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa: ”Bapa, telah tiba saatnya; per­muliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.”

Renungan

Dalam amanat perpisahannya ketika akan kembali ke Yerusalem untuk bertemu para rasul, Paulus memberi kesaksian kepada umat di Efesus tentang apa yang telah dilakukannya. Dalam banyak kesempatan dia telah dihina, direndahkan, bahkan dianiaya supaya dia bisa menghantar baik orang-orang Yahudi maupun Yunani di Efesus untuk kembali kepada Allah dan percaya kepada Yesus. Dia tidak tahu nasib apa yang akan menimpa dia di Yerusalem, tetapi dia bersyukur kepada Tuhan karena telah menyelesaikan perlombaan dengan baik.

Kalau kita memperhatikan peta perjalanan misi Paulus yang dilakukan sebanyak tiga kali, maka kita hanya bisa mengatakan bahwa Paulus tidak mungkin bisa melakukan semua itu kalau Roh Kudus tidak menyertai Dia. Doa Yesus untuk para murid-Nya, sebagaimana diutarakan dalam Injil hari ini, supaya Bapa melindungi mereka, telah terpenuhi dalam diri Paulus. Doa Yesus itu juga telah terpenuhi dalam diri para misionaris dari masa ke masa, yang telah meninggalkan tanah airnya untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia. Kini tugas kita adalah melanjutkan tongkat estafet itu kepada generasi berikutnya. Doa Yesus ini menyertai kita juga.

Tuhan, anugerahkan aku semangat yang membara untuk terus melanjutkan karya pewartaan-Mu. Semoga semakin banyak orang muda yang tergerak hatinya untuk mengikuti panggilan khusus-Mu, menjadi imam, biarawan, dan biarawati. Amin.

 

Tinggalkan Pesan