18-Mei-KWI-R-702x336

PEKAN PASKAH VII (P)
Santo Sirilus dari Sesarea; Santa Katarina dari Bologna;
Santo Georgius Preca

Bacaan I: Kis. 19:1-8

Mazmur: 68:2-3.4-5ac.6-7ab; R:33a

Bacaan Injil: Yoh. 16:29-33

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata bahwa akan tiba saat-Nya Ia tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan. Maka para murid berkata kepada Yesus: ”Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka: ”Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Renungan

Setelah Yesus mengungkapkan secara panjang lebar tentang Diri-Nya dalam hubungan dengan Bapa-Nya, para murid Yesus akhirnya benar-benar percaya bahwa Yesus adalah Putra Allah. ”Sekarang kami tahu … dan karena itu, kami percaya bahwa Engkau datang dari Allah” (Yoh. 16:30). Tetapi Yesus tidak terlena oleh pernyataan iman mereka. Yesus langsung memberi peringatan bahwa mereka akan dicerai-beraikan dan meninggalkan-Nya seorang diri. Kendati demikian, Yesus tetap mempercayai mereka: ”Kuatkanlah hatimu, aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16:33).

Sungguh luar biasa bahwa Yesus tetap mempercayai murid-murid-Nya dan mencintai mereka sekalipun mereka gagal menyertai Dia di jalan salib-Nya. Memaafkan orang yang bersalah mungkin sering kita lakukan. Tetapi, mempercayai seseorang yang telah berbuat salah untuk melakukan pekerjaan yang sangat penting bukanlah hal yang mudah. Namun, Yesus telah menunjukkan bahwa kita mesti bisa. Kita mesti bisa mengampuni orang yang bersalah kepada kita dan belajar untuk mulai mempercayai kembali orang-orang yang telah melakukan kesalahan terhadap kita.

Tuhan, syukur kepada-Mu Engkau tetap mempercayakan aku melanjutkan karya perutusan-Mu sekalipun sebagai murid-Mu aku sering kali gagal. Amin.

 

Tinggalkan Pesan