Rosario Merah Putih1

Sebanyak 57 anak SD Santa Maria Jakarta berarak membawa Patung Bunda Maria dan Rosario Merah Putih besar ke dalam Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga Jakarta, dan di dalam katedral itu Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta (Komlit KAJ) Pastor Hieronymus Sridanto Aribowo Pr Membacakan arti Rosario Merah Putih.

Seusai rangkaian perarakan, Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo meluncurkan penggunaan Rosario Merah Putih dengan memberkati dan meresmikannya di katedral, tepat pukul 16.25 di hari Minggu, 1 Mei 2016.

Rosario Merah Putih adalah salah satu wujud gerakan “Amalkan Pancasila” dari Arah Dasar 2016-2020,” kata Mgr Suharyo dalam sambutan peluncuran yang dihadiri ribuan umat dari berbagai paroki se-KAJ bahkan dari keuskupan lain.

Lagu “Putri Kerahiman” pun terdengar dan mulailah umat berdoa Rosario bersama sambil menyanyikan lagu “Mari Amalkan Pancasila.” Menurut catatan website KAJ, peluncuran itu serentak dilakukan di beberapa paroki se-KAJ, antara lain Paroki Santa Monika Serpong, Paroki Santgo Philipus Rasul Kapuk, Paroki Damai Kristus Kampung Duri, Paroki Santo Antonius Padua Bidaracina dan Paroki Santo Yakobus Kelapa Gading.

Ketua Komisi Sosial KAJ Harry Sulistyo mengatakan, Rosario Merah Putih untuk mengingatkan kita akan anugerah Allah atas bumi pertiwi, untuk menyadarkan umat Katolik Indonesia bahwa mereka 100% Katolik dan 100% Indonesia, dan untuk mengamalkan Pancasila.

Pastor Harry mengingatkan umat untuk “mendoakan kebahagiaan kekal arwah pahlawan, gerakan kemanusiaan, keadaban bangsa, persatuan bangsa, pemimpin negara serta upaya-upaya gerakan terciptanya keadilan sosial.”

Seusai Doa Rosario, umat menghadiri Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin Mgr Suharyo bersama tujuh konselebran antara lain Vikjen KAJ Pastor Samuel Pangestu. Homili Mgr Suharyo mengingatkan peristiwa pembebasan umat Israel dari Mesir yang “menjadi ‘ingatan’ bersama yang dikisahkan terus-menerus dan turun-temurun hingga saat ini,” kata uskup.

Berdasarkan kisah itu, uskup mengingatkan sejarah panjang Indonesia sebagai salah satu negara besar, tahun 1908 sebagai awal kebangkitan nasional, tahun 1928 munculnya Sumpah Pemuda yang menunjukkan komitmen untuk mengusahakan persatuan dan kesatuan, hingga 17 Agustus 1945 sebagai peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI.

Mgr Suharyo berharap agar melalui Rosario Merah Putih semua umat KAJ “merawat ingatan bersama itu  sambil mengatasi berbagai krisis yang sedang melanda negeri kita yang tercinta.”

Rosario Merah Putih dibuat oleh kelompok-kelompok kategorial di setiap paroki di KAJ seperti Wanita Katolik RI dan Legio Maria, kemudian dipasarkan kepada seluruh umat.

Rosario itu dinamakan Rosario Merah Putih karena “warna merah putih sangat impresif, dimaksudkan untuk mengingatkan kita pada Sang Saka Merah Putih. Merah berarti berani membela kebenaran karena iman kepada Allah Bapa, Allah Putera dan Roh Kudus. Putih berarti suci, tulus dan murni karena kasih Allah semata.”

Rosario itu, lanjut penjelasan web KAJ, terbuat dari butiran-butiran manik berwarna merah dan putih lengkap dengan medali Kerahiman Allah yang memerdekakan dan logo KAJ serta Salib khas KAJ.

Diharapkan Rosario Merah Putih mampu membangun kesadaran kita di dalam peziarahan ini untuk berdoa bersama Bunda Maria bagi keselamatan Bangsa dan Negara, mengingatkan kita untuk semakin 100% Katolik 100% Indonesia. Berdoa Rosario Merah Putih juga menjadi salah satu ungkapan cinta umat beriman kepada tanah air dan tanda kepedulian kita untuk terus-menerus amalkan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Sebagai gerakan, lanjutnya, dianjurkan membuat sendiri Rosario Merah Putih bersama keluarga atau lingkungan atau komunitas. Selain bagian dari ungkapan devosional kepada Bunda Maria, aktivitas membuat Rosario Merah Putih diharapkan mengakrabkan kita satu sama lain, “terutama antaranggota keluarga sebagaimana yang diharapkan dalam Target (point 1.3) Rencana Strategis Arah Dasar 2016-2020. Selain digunakan sendiri, kita dapat membagikan Rosario Merah Putih yang kita buat kepada mereka yang membutuhkan.”

Dijelaskan, berdoa dengan menggunakan Rosario Merah Putih sama seperti berdoa Rosario pada umumnya, karena hanya intensi doa yang perlu ditambahkan untuk Bangsa dan Negara. Ada lima intensi yang terbagi dalam setiap peristiwa. Namun dalam setiap peristiwa diharapkan mendoakan intensi untuk “kebahagiaan kekal jiwa-jiwa para pahlawan” di peristiwa pertama, “keutuhan alam Indonesia yang kaya dan subur” di peristiwa kedua, “persatuan Indonesia” di peristiwa ketiga, “kebijaksanaan para pemimpin kita” di peristiwa keempat, dan “upaya-upaya mewujudkan keadilan sosial” di peristiwa kelima.(Konrad R Mangu/pcp)

Rosario Merah Putih3

Rosario Merah Putih di Paroki Yakobus1 2016042318575045978 Rosario

Rosario Merah Putih

 

Foto-foto diambil dari web KAJ dan web Paroki St Yakobus Kelapa Gading

Tinggalkan Pesan