7-Mei-KWI-R-702x336

PEKAN PASKAH V (P)

Santo Louis Marie Grignon de Montfort;
Santo Petrus Louis Chanel

Bacaan I: Kis. 15:7-21

Mazmur: 96:1-2a.2b-3.10; R: 3

Bacaan Injil: Yoh. 15:9-11

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

Renungan

Dalam salah satu obrolan santai, seorang sahabat pernah berkata: ”Untuk bisa mengasihi, seorang harus punya pengalaman dikasihi. Tetapi seorang yang tidak pernah dikasihi masih bisa mengasihi jika ia sadar bahwa Tuhan tidak pernah berhenti mengasihinya.”

Kata-kata bijak itu kini mendapat terang biblis. Petrus mengajak para rasul dan penatua jemaat untuk menyadari betapa Allah mengasihi mereka. Kasih Allah dalam Kristus itu tidak bersyarat dan berbatas. Ia tidak membedakan manusia karena Ia ingin agar semua makhluk diselamatkan oleh kasih-Nya. Konsili perdana di Yerusalem, yang dihadiri oleh para rasul (Gereja Perdana), juga memutuskan untuk tidak menimbulkan kesulitan bagi tiap bangsa yang berbalik kepada Allah.

Yesus mengundang kita untuk tinggal dalam kasih-Nya, sama seperti Ia tinggal di dalam kasih Bapa. Yesus mengasihi setiap kita seperti Ia dikasihi Bapa, dan betapa Ia ingin agar kita pun mengasihi Dia dan sesama dengan kualitas yang sama. Oleh sebab itu, marilah kita membuka diri bagi kasih Allah itu dengan belajar untuk taat dan penuh kerendahan hati menerima rencana-Nya dalam tiap ritme ziarah hidup ini.

Ya Tuhan, jangan pernah berhenti untuk mengasihi aku. Berbelaskasihlah kepada ku dan seluruh dunia, yang sering kali gagal mengasihi-Mu dan sesama. Baruilah selalu kasih-Mu dalam diri, keluarga dan komunitasku. Amin.

Tinggalkan Pesan