John-15-4-5-vine-and-branches

PEKAN PASKAH V (P)
Santo Petrus Kanisius; Santa Zita; Santa Lydia Longley

Bacaan I: Kis. 15:1-6

Mazmur: 122:1-2.3-4a.4b-5; R:1

Bacaan Injil: Yoh. 15:1-8

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Renungan

Perjanjian Lama menggambarkan Israel sebagai (kebun) anggur Allah (bdk. Yes. 5:1-7). Allah memupuk dengan hukum-Nya agar mereka menghasilkan buah kasih dan keadilan. Dalam Perjanjian Baru, Yesus mengganti gambaran itu dengan Diri-Nya sebagai Pokok Anggur. Dialah Sabda dan Hukum Kasih Bapa sehingga yang percaya dan menghidupi perkataan-Nya akan tinggal dalam kasih Bapa dan sanggup menghasilkan buah. Bersama Yesus, kita membentuk suatu komunitas umat ‘perjanjian baru’ yang disebut Gereja: Tubuh Mistik Yesus Kristus.

Sambil bersukacita karena Allah sendiri memilih kita menjadi anak-anak-Nya (bdk. Yoh. 15:16) dan bersyukur atas rahmat baptis yang menjadikan kita warga Gereja, mari kita renungkan apakah kita masih bersatu dengan Pokok Anggur. Indikasinya jelas bahwa setiap ranting harus menghasilkan buah kasih dan kebaikan (bdk. Gal. 5:22-23). Seperti Allah yang selalu aktif mengasihi, kita pun harus terus mengasihi sesama. Paulus dan Barnabas telah menunjukkan persatuan mereka dengan Kristus ketika mereka menceritakan keberhasilan tugasnya kepada komunitas di Yerusalem. Saat kita berhenti berbuat kasih, saat itu pula kita sudah terpisah dari Pokok Anggur.

Ya Tuhan, semoga dengan Roh-Mu aku selalu bisa membawa kasih bagi sesama agar nama-Mu semakin dimuliakan dalam dan melalui seluruh hidupku. Dan semoga aku tak akan pernah dipisahkan dari-Mu, apa pun yang akan terjadi, sebab Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku. Amin.

Tinggalkan Pesan