21-April-2016-KWI-R-702x336

PEKAN PASKAH IV (P)
Santo Anselmus; Santo Simon bar Sabbae;
Santo Konradus dari Parzham

Bacaan I: Kis. 13:13-25

Mazmur: 89:2-3.21-22.25.27; R: 2a

Bacaan Injil: Yoh. 13:16-20

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus membasuh kaki para murid-Nya. Sesudah itu Ia berkata: ”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, atau pun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu jika kamu melakukannya. Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.”

Renungan

Allah selalu punya andil dalam sejarah keselamatan manusia. Di Antiokhia, Paulus mengisahkan bagaimana Allah memanggil dan membentuk Israel menjadi bangsa pilihan-Nya. Paulus juga menandaskan bahwa tindakan keselamatan Allah itu digenapi dalam ‘Peristiwa Yesus Kristus’. Dan kepada para rasul, saat Perjamuan Terakhir, Yesus meminta mereka untuk menggapai keselamatan itu dengan meneladani-Nya.

Teladan yang pertama adalah MELAYANI. Dengan mencuci kaki mereka, Yesus meminta para rasul untuk memberi diri sepenuhnya bagi karya pelayanan yang diwarnai oleh kerendahan hati. Teladan yang kedua adalah KASIH. Seperti Yesus, para rasul diminta untuk menunjukkan kasih yang berani berkurban bagi kebahagiaan sesama. Kedua hal itu bukan sekadar syarat untuk menggapai keselamatan, tetapi harus menjadi ciri khas setiap orang beriman sebagai bukti imannya yang mendalam.

Bagaimana dengan kita, sudahkah kita menandai diri kita dengan semangat pelayanan dan kasih yang tulus? Jika belum, jangan pernah menyerah untuk mencoba, karena Allah tidak pernah menyerah dengan kita.

Ya Tuhan, teguhkanlah aku untuk menjadi murid-Mu yang setia; murid yang teruji dalam semangat kasih yang melayani. Amin.

Tinggalkan Pesan