sheepfollowingshepherd

PEKAN PASKAH IV (P)

Santo Leo IX, Paus; Santa Tarbula;
Santo Werner; Santa Agnes Montepulciano

Bacaan I: Kis. 11:19-26

Mazmur: 87:1-3.4-5.6-7; R: 117:1a

Bacaan Injil: Yoh. 10:22-30

Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: ”Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Yesus menjawab mereka: ”Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.”

Renungan

Penganiayaan terhadap komunitas beriman di Yerusalem mendatangkan rahmat tersendiri karena melalui orang beriman yang meninggalkan Yerusalem, pewartaan Injil pun sampai kepada bangsa-bangsa lain, termasuk di Antiokhia, Yunani. Di sinilah untuk pertama kalinya para murid disebut Kristen. Kristen berarti pengikut Yesus Kristus.

Kekristenan adalah iman monoteistik yang didasarkan pada ajaran dan peristiwa hidup Yesus. Ia diyakini sebagai Mesias, juru selamat umat manusia, yang telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Dengan melihat dan menikmati seluruh karya-Nya–karya yang hanya mungkin dikerjakan oleh seorang yang berasal dari Bapa (bdk. Yoh. 10:38)–Ia mengajak kita untuk percaya bahwa Ia dan Bapa adalah satu. Ia datang untuk menggembalakan kawanan umat Bapa dan memberikan hidup yang tidak akan binasa. Di sini, Yesus mulai mempersiapkan kita untuk masuk pada misteri iman akan Allah Tritunggal.

Sebagai kawanan domba, kita dipanggil untuk mengimani Yesus sebagai Gembala Baik yang datang dari Bapa. Ia bukan sekadar Gembala yang bekerja untuk Bapa, tetapi Putra Sang Gembala Agung. Sebagai pengikut Sang Gembala Baik, kita pun dituntun-Nya untuk berbagi hidup dengan semua orang yang kita jumpai agar semakin banyak orang merasakan kasih dan damai Tuhan. Jika kehadiran kita, kata-kata dan perbuatan kita, justru membelenggu dan mematikan harapan hidup sesama, kita tidak layak disebut murid Sang Gembala Agung. Mari kita bercermin diri di hadapan wajah Sang Gembala kita, Yesus Kristus.

Ya Tuhan, aku telah menerima begitu banyak rahmat dari-Mu. Buatlah aku selalu percaya bahwa rahmat itu merupakan tanda penyelenggaraan-Mu dalam ziarah hidupku. Amin.

Tinggalkan Pesan