Petrus

PEKAN PASKAH III (P)
Santa Bernadetta Soubirous; Santo Paternus

Bacaan I: Kis. 9:31-42

Mazmur: 116:12-13.14-15.16-17; R: 12

Bacaan Injil: Yoh. 6:60-69

Setelah Yesus menyelesaikan ajaran-Nya tentang roti hidup, banyak dari murid-murid-Nya berkata: ”Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: ”Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Lalu Ia berkata: ”Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: ”Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya: ”Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Renungan

Ada dua syarat dan indikasi menjadi seorang murid Yesus: percaya dan setia. Percaya bahwa Sabda-Nya adalah sabda hidup yang kekal; percaya bahwa Ia adalah Yang Kudus dari Allah, yang datang menawarkan hidup dan keselamatan. Dan rasa percaya itu bukan semata hasil kerja keras kita, melainkan buah karya Roh (bdk. Yoh.15:16). Semakin kita membuka diri bagi karya Roh, maka semakin kaya dan mendalam pula iman kita kepada-Nya.

Setia itu bukan sekadar bertahan di tengah pencobaan, tetapi lebih pada kemauan menyelaraskan seluruh hidup kita dengan visi-misi hidup Yesus. Para murid mengundurkan diri karena kecewa bahwa Yesus tidak mau menjadi raja (bdk. Yoh. 6:15). Mereka menginginkan roti-ikan, kesehatan dan kemenangan jasmani atas penjajahan, padahal Yesus menawarkan kehidupan kekal. Mereka tidak rela dirinya dipimpin oleh Roh sehingga tidak sadar bahwa apa yang ditawarkan Yesus jauh melampaui kebutuhan jasmaninya.

Bagi para murid yang setia, rahmat Allah nyata dalam karya perutusannya seperti yang terjadi di Lida dan Yope, jumlah mereka makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus. Percaya dan setia hendaknya juga menjadi bagian dari hidup kita, yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kasih dan berkat Tuhan selalu beserta kita yang setia dan percaya.

Ya Tuhan, penuhilah aku yang terkadang kurang setia dan percaya ini dengan Roh-Mu agar aku semakin ikhlas untuk memperjuangkan visi-misi-Mu: keselamatan bagi semua makhluk ciptaan-Mu. Amin.

 

Tinggalkan Pesan