DSCN2993

Saat ini sudah banyak organisasi yang menghimpun orang-orang Katolik, hanya saja wadah-wadah itu sepertinya masih jalan sendiri-sendiri dan mengurus masalahnya masing-masing, tanpa kerja sama dengan pihak lain.

Ketua Umum Vox Point Indonesia (VPI) Yohanes Handoyo Budhisedjati berbicara setelah acara Pengukuhan VPI dan Perayaan Paskah Bersama seluruh anggota VPI di aula Katedral Jakarta, 9 April 2016. “Wadah VPI menjadi jawaban atas kerinduan sejumlah tokoh Katolik untuk ikut menciptakan Indonesia yang lebih baik,” katanya.

Budhisedjati mendorong semua wadah Katolik itu untuk bersatu, dan “wadah untuk menyuburkan persatuan itu adalah VPI, yang menurut rencana akan dibentuk di seluruh wilayah Indonesia.

Sejumlah kegelisahan muncul akhir-akhir ini, misalnya narkoba yang mulai memasuki seluruh kehidupan manusia bahkan oknum kepolisian, tentara, anak, dan remaja sehingga semangat kebangsaan generasi muda semakin luntur. “Kasus Zazkia Gothik, yang tidak bisa menyebutkan rumusan Pancasila, adalah salah satu bukti bahwa kaum muda saat ini tidak mengetahui dasar negara dan nilai-nilai yang perlu dihayati,” katanya.

Menurut Budhisedjati, VPI akan melakukan berbagai kegiatan, misalnya memantau Pilkada, melakukan seminar, dan menciptakan kader-kader Katolik yang semakin berkualitas di bidang politik. “Politik adalah bidang pelayanan awam, maka hierarki hanya memberikan arahan dan pencerahan bagi anggota VPI-pencerahan. Dengan demikian, semakin banyak awam terlibat dalam politik masyarakat akan lebih baik.”

Dalam Misa Paskah Bersama itu, Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo mengajak seluruh anggota VPI untuk menemukan jati dirinya dalam menjalankan profesi masing-masing, agar “umat Katolik ikut membangun dan memperbaiki keadaban publik.”

Sekretaris Jenderal VPI Lidya Natalia mengatakan wadah itu telah menghimpun 64 anggota “atas dasar semangat kebersamaan.” Mereka adalah tokoh-tokoh Katolik yang merupakan aktivis politik, legislatif, birokrat, serta pemuda-pemudi yang berniat membangun bangsa ini.

VPI dideklarasikan di Grand Central, Bulungan, Jakarta Selatan, tanggal 13 Maret 2016. Salah satu misi wadah ini adalah meningkatkan partisipasi umat Katolik dalam kehidupan sosial politik Indonesia.

Misa Paskah Bersama VPI mengukuhkan kepengurusan yang melibatkan sejumlah tokoh seperti Cornelis Simbolon, Tono Suratman, Adrian Meliala, Natalius Pigai. Acara dihadiri Menteri Perhubungan Kabinet Kerja Ignatius Jonan serta 300-an undangan. (Konradus R Mangu)

DSCN2998

Tinggalkan Pesan