DESAIN-LEFLET-DEPAN-

“Rosario Merah Putih adalah salah satu penanda gerakan ‘Amalkan Pancasila’ sesuai Arah Dasar 2016-2020 Keuskupan Agung Jakarta,” demikian leaflet Rosario Merah Putih yang disebarkan oleh website Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), 11 April 2016.

Alasan menggunakan nama Rosario Merah Putih, menurut leaflet itu adalah karena “Warna merah putih sangat impresif, dimaksudkan untuk mengingatkan kita pada Bendera Indonesia, Sang Saka Merah Putih. Merah berarti berani membela kebenaran karena Iman kepada Allah Bapa, Allah Putera dan Roh Kudus. Putih berarti suci, tulus dan murni  karena Kasih Allah semata.”

Alasan yang kedua karena “Terbuat dari butiran-butiran manik yang berwarna merah dan putih lengkap dengan medali Kerahiman Allah yang memerdekakan dan logo KAJ serta Salib khas KAJ.”

Diharapkan, lanjut leaflet itu, agar “Rosario Merah Putih mampu membangun kesadaran kita di dalam peziarahan ini untuk berdoa bersama Bunda Maria bagi keselamatan Bangsa dan Negara, dan mengingatkan kita untuk semakin 100% Katolik 100% Indonesia.”

Berdoa Rosario Merah Putih, lanjutnya, juga menjadi salah “satu ungkapan cinta umat beriman kepada tanah air dan tanda kepedulian kita untuk terus-menerus amalkan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Sebagai gerakan, Keuskupan Agung Jakarta menganjurkan agar membuat sendiri Rosario Merah Putih bersama keluarga atau lingkungan atau komunitas. “Selain sebagai bagian dari ungkapan devosional kita kepada Bunda Maria, aktivitas membuat Rosario Merah Putih juga dapat mengakrabkan kita satu sama lain, terutama antaranggota keluarga sebagaimana yang diharapkan dalam Target (point 1.3) Rencana Strategis Arah Dasar 2016-2020.”

Selain digunakan sendiri, lanjut leaflet itu, Rosario Merah Putih bisa juga dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Berdoa dengan menggunakan Rosario Merah Putih sama seperti berdoa Rosario pada umumnya. Intensi doa saja yang perlu ditambahkan untuk Bangsa dan Negara. Ada lima intensi yang terbagi ke dalam setiap peristiwa. Peristiwa Pertama untuk kebahagiaan kekal jiwa-jiwa para pahlawan, Peristiwa Kedua untuk keutuhan alam Indonesia yang kaya dan subur, Peristiwa Ketiga untuk persatuan Indonesia, Peristiwa Keempat untuk kebijaksanaan para Pemimpin kita, Peristiwa Kelima untuk upaya-upaya mewujudkan keadilan sosial.

“Rosario Merah Putih: bergemalah!” tulis leaflet itu.(pcp)

DESAIN-LEFLET-DALAM-

Tinggalkan Pesan