Percakapan-Yesus-dengan-Nikodemus

Pekan Paskah II (P)
Santo Selestinus, Paus; Santa Kresensia Hoess;
Santo Notker

Bacaan I: Kis. 5:17-26

Mazmur: 34:2-3.4-5.6-7.8-9; R: 7a

Bacaan Injil: Yoh. 3:16-21

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata: ”Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Renungan

“Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, dan kegelapan tidak menguasainya” (Yoh.1:5). Pewartaan Yesus ini secara positif dilukiskan sebagai ‘datang kepada terang’. Berbeda dengan Paulus yang mengidentikkan ‘terang’ dengan ‘perbuatan-perbuatan yang secara moral nilainya baik’ (bdk. Rm.13:12), Yohanes menekankan tanggapan iman kita, yakni mendengarkan sabda Yesus, mengimani-Nya sebagai Anak Allah, memberikan diri dibaptis dan menghidupi ajaran-Nya. ‘Datang kepada terang’ berarti percaya kepada Allah dengan pengantaraan Yesus Kristus.

Dan ‘terang’ (baca: iman) yang kita miliki tidak bisa dipenjarakan. Kebenaran iman itu harus terus diwartakan (bdk. Kis. 5:20), baik atau tidak baik waktunya (bdk. 2Tim. 4:2). Allah sendiri akan membantu kita dengan kuasa Roh-Nya agar kita bebas dari aneka belenggu untuk dapat mengimani Yesus dan memberitakan Injil. Pengalaman para rasul yang dilepaskan dari penjara semestinya memperkuat keyakinan kita akan penyertaan Allah. Paulus telah menyatakan hal itu dengan sangat berani: ”Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Rm. 8:31).

Ya Tuhan, bimbinglah aku untuk selalu rindu datang kepada terang yang sejati, yakni kepada Yesus Kristus, sebab bersama dengan Dia, aku akan mampu mengalahkan kegelapan dosa dunia. Amin.

Tinggalkan Pesan