OKTAF PASKAH (P)

Santo Fransiskus dari Paola; Santa Teodosia; Santa Maria dari Mesir

Bacaan I: Kis. 4:13-21

Mazmur: 118;1,14-15,16ab-18,19-21

Bacaan Injil: Mrk. 16:9-15

Setelah Yesus bangkit dari antara orang mati, pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu Maria Magdalena pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Yesus menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari para murid, ketika keduanya dalam perjalan ke luar kota. Ketika mereka kembali dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Yesus menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan. Yesus mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk!”

Renungan

Misi itu apa? Secara sederhana, misi berarti menceritakan ‘peristiwa Yesus Kristus’, menceritakan kembali kasih Allah yang secara sempurna telah dikisahkan oleh Yesus Kristus. “Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku” (Yoh. 15:15). Cerita itu tidak boleh berhenti karena Roh Kudus akan menceritakan ‘Peristiwa Yesus Kristus’ kepada Gereja: “Penghibur, yaitu Roh Kudus…Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh 14:26; 16:13-15).

Karena Roh Kudus itulah maka Petrus dan Yohanes berani memilih taat kepada Allah dan terus bercerita tentang apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka menceritakan pengalaman dan pengajaran yang mereka terima dari Yesus, baik semasa hidup-Nya maupun dalam kisah penampakan-Nya setelah bangkit mulia.

Kita pun diutus untuk menceritakan kisah kita bersama Yesus dalam doa pribadi dan doa komunal Gereja, yakni Ekaristi: juga ketika kita berjumpa dengan Dia melalui sesama khususnya mereka yang miskin, lemah dan tersingkir. Melalui cerita dan kesaksian hidup itu tercerminlah iman kita kepada Yesus Tuhan.

Ya Tuhan, mampukanlah aku menjadi penerus kisah kasih-Mu di tengah dunia yang haus akan cinta kasih. Amin.

 

Tinggalkan Pesan