Cardinale-Georges-Cottier-1-740x493-1

Paus Fransiskus mengirim telegram belasungkawa atas meninggalnya Kardinal Georges Marie Martin Cottier OP, teolog-emeritus Rumah Tangga Kepausan. Dalam telegram yang dikirim kepada saudara perempuan dari mendiang kardinal itu, Paus mengatakan ikut belasungkawa  “yang dirasakan semua orang yang mengenal pelayan Injil yang tekun ini.”

“Dengan rasa syukur yang mendalam,” ungkap Paus, “saya mengenang imannya yang kuat, kebaikan kebapakannya, dan aktivitas kegerejaan dan kebudayaannya yang bersemangat, terutama dalam melayani Santo Paus Yohanes Paulus II dan Paus Emeritus Benediktus XVI sebagai Teolog Rumah Tangga Kepausan.”

Paus Fransiskus mengakhiri telegramnya dengan berdoa kepada Perawan Maria dan perantaraan Santo Dominikus, serta memberikan Berkat Apostolik-nya.

Kardinal Cottier, yang akan mencapai usia 94 tahun tanggal 25 April 2016, meninggal dunia di Rumah Sakit Agostino Gemelli Roma di malam hari 31 Maret 2016. Kardinal itu menjabat sebagai teolog Rumah Tangga Kepausan sejak tahun 1990 hingga 2005 dan sebagai konsultan untuk Kongregasi Ajaran Iman serta Dewan Kepausan untuk Kebudayaan.

Kardinal Angelo Sodano akan memimpin Misa pemakaman kardinal dari Ordo Pewarta itu di Basilika Santo Petrus, tanggal 2 April 2016 pukul 8:30.

Georges Marie Martin Cottier lahir di Carouge, Ginevra, Swiss tahun 1922 dan memasuki Ordo Dominikan tahun 1945. Setelah mempelajari filsafat dan teologi di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas Roma, juga dikenal sebagai Angelicum, dia ditahbiskan imam tanggal 2 Juli 1951.

Tahun 1959, dia mempertahankan  tesis doktornya tentang ‘Ateisme dari Marx muda serta asal-usul Hegel-nya” di Fakultas Seni Liberal Fakultas Universitas Ginevra. Tahun 1962, ia menjadi profesor di universitas yang sama hingga pensiun tahun 1987.

Selain itu, kardinal dari Swiss itu mengajar mata kuliah filsafat modern dan kontemporer di Universitas Fribourg, Montréal, dan Padua, serta di Institut Katolik Paris dan Universitas Katolik Hati Kudus di Milan.

Dalam Konsili Vatikan II, dia ikut sebagai seorang ‘Ahli (peritus) Konsili’ dan merupakan ‘Konsultan Konsili’ dalam dialog dengan orang-orang yang tidak beragama, seraya mengikuti serangkaian pertemuan di Ljubljana, Budapest, Strasburg, dan Moskow.

Tahun 1986, dia dinominasikan menjadi anggota Komisi Teologi Internasional, dan menjadi sekretaris komisi itu di tahun 1989. Oktober 2003, dia ditahbiskan menjadi uskup agung tituler dari Gereja Tullia dan diangkat menjadi kardinal oleh Santo Paus Yohanes Paulus II.(pcp berdasarkan Radio Vatikan)

 

Tinggalkan Pesan