TNX-13178-homelessjesus

Pria itu berbaring di bangku, tubuhnya hampir seluruhnya ditutupi selimut tipis. Wajahnya tidak terlihat, hanya kaki yang menyembul keluar dan semua ini jelas menandakan tentang penyaliban. Di awal Pekan Suci di Tahun Kerahiman ini, sebuah patung perunggu yang menggambarkan Yesus sebagai seorang tunawisma ditempatkan di halaman Sant’Egidio di Vatikan, di pintu masuk Kantor Amal Kepausan.

Patung terkenal karya seniman Timothy P Schmalz dari Kanada itu kini menemukan tempat baru. Siaran pers dari Kantor Amal Kepausan menjelaskan bahwa “Yesus Tunawisma”, sebuah karya karya tahun 2013 dengan gaya hiper-realis atau mirip ujud nyata, menggambarkan Yesus sebagai seorang tunawisma.

Patung itu sedang tidur di bangku taman, dengan wajah dan tangan tertutup, tersembunyi di balik selimut. Sedangkan kakinya, yang nampak dipenuhi luka akibat Sengsara, mengungkapkan identitas sosok itu.

Karya itu digambarkan sebagai “terjemahan visual” dari Injil Matius 25:40. Ayat itu mengambarkan Penghakiman Terakhir dan menjelaskan kepada para murid bahwa mereka akan dihakimi menurut cara mereka memperlakukan orang yang paling lemah dan yang paling hina di dalam masyarakat.

Bulan November 2013, dalam sebuah Audiensi Umum di Lapangan Santo Petrus, seniman itu berkesempatan menghadiahkan bentuk lebih kecil dari “Yesus Tunawisma” kepada Paus Fransiskus. “Ketika Paus melihat karya itu,” kata Shmalz kepada para wartawan di AS, “ia menyentuh lutut dan kaki serta berdoa.” Schmalz menambahkan bahwa, “Paus Fransiskus melakukan sama seperti itu, menjangkau dan mendekati orang-orang yang tersingkir.”

Seniman itu memutuskan untuk menggambarkan Yesus dari Nazaret setelah melihat seorang tunawisma sedang tidur di bangku luar dalam masa Natal. “Itulah Yesus. Itulah hendaknya cara kita memahami yang terkecil di antara kita di dalam hati kita,” tulis Schmalz.

Patung, yang disumbangkan ke Kantor Amal Kepausan itu sesuai prakarsa pematung itu, berbalutkan perunggu. Patung asli ditempatkan tahun 2013 di Toronto, di Regis College, fakultas teologi Yesuit. Banyak replika lainnya dipajang di Australia, Kuba, India, Irlandia, Spanyol (di Katedral Almudena Madrid) dan di sejumlah kota di AS.

Bulan April 2014, replika lain dari patung perunggu yang sama itu dipasang di luar gereja Episkopal Santo Alban di Davidson, Carolina Utara. Suatu satu malam, polisi menerima telepon dari seorang wanita yang peduli, karena dia pikir dia benar-benar melihat seorang tunawisma tergeletak di bangku saat dia lewat. Bulan November di tahun itu, replika lain dari patung itu ditempatkan di depan Aula Pusat Westminster Methodist London, tak jauh dari dari Westminster Abbey dan Big Ben.(pcp berdasarkan Radio Vatikan dan Vatican Insider)

tunawisma

tunawisma1

Tinggalkan Pesan