Ibu Teresa

Pernyataan bahwa Ibu Teresa akan menjadi orang kudus atau mendapat gelar santa tanggal 4 September 2016 diresmikan oleh Paus Fransiskus saat menandatangani dekrit kanonisasi Beata Ibu Teresa dari Kolkata di pagi hari tanggal 15 Maret 2016. Selain mengumumkan tanggal itu, Paus Fransiskus juga mengumumkan tempat upacara bagi kanonisasi Ibu Teresa dan empat orang lainnya.

Deklarasi itu ditandatangani Paus dalam konsistori publik biasa para kardinal dan promotor penggelaran kudus di Vatikan. Penandatanganan itu secara resmi mengakhiri sebuah proses pengesahan seorang kudus baru.

Konsistori untuk kanonisasi para beata dan beato itu dimulai dengan Doa Terce (sekitar jam 9 pagi) yang dipimpin oleh Paus Fransiskus di Ruang Konsistori dalam Istana Apostolik. Setelah doa itu, Bapa Suci mengumumkan kanonisasi kelima orang kudus baru itu, termasuk Ibu Teresa dari Kolkata.

Karya Ibu Teresa di kalangan “orang-orang termiskin dari yang miskin” memenangkan pujian di seluruh dunia. Ratusan Misionaris Cinta Kasih, anggota ordo religius yang didirikan oleh Ibu Teresa, diharapkan berada di Roma untuk kanonisasinya, yang ditetapkan tanggal 4 September 2016.

Spekulasi bahwa Beata Ibu Teresa akan dikanonisasi 4 September 2016 memang sudah banyak beredar. Tanggal 19 Oktober 2003, Ibu Teresa dibeatifikasi setelah Santo Paus Yohanes Paulus II mengakui penyembuhan ajaibnya terhadap seorang wanita India yang menderita tumor di perutnya. Tanggal 17 Desember 2015, Paus Fransiskus mengakui penyembuhan ajaib karena perantaraan suster itu terhadap seorang pria Brasil yang menderita bisul di otak.

Konsistori itu juga menyetujui dan mengkonfirmasi kanonisasi untuk empat orang yang terberkati lainnya. Tanggal 5 Juni 2016 akan dikanonisasi Beata Mary Elizabeth Hesselblad dari Swedia. Wanita yang mulanya beragama Lutheran itu mendirikan cabang baru para suster Bridgettine, yang memberikan diri mereka untuk berkarya dan berdoa bagi persatuan umat Kristiani Skandinavia bersama Gereja. Dia akan menjadi orang kudus Swedia yang pertama dalam lebih dari 600 tahun.

Pada tanggal yang sama akan dikanonisasi juga Beato Stanislaus Papczynski dari Polandia. Setelah keluar dari Ordo Para Imam Miskin dari Ibu Tuhan, imam itu mendirikan Kongregasi Para Pastor Maria Dikandung Tanpa Noda.

Tanggal 16 Oktober 2016 akan dikanonisasi Beato Jose Sanchez del Rio. Anak Meksiko itu baru berusia 14 tahun saat tewas sebagai martir karena menolak meninggalkan imannya di tahun 1920 sewaktu Perang Cristeros.

Pada tanggal itu,  akan juga dikanonisasi Beato José Gabriel del Rosario dari Argentina, yang dikenal sebagai “imam gaucho.” Laksana peternak Argentina yang terkenal, ia berkelana dengan keledai sepanjang wilayah parokinya yang luas guna mendekati anggota-anggota kawanannya.(pcp berdasarkan Radio Vatikan dan Zenit)

 

1 komentar

Tinggalkan Pesan