754px-Giovanni_bellini,_trasfigurazione_di_napoli_01

PEKAN PRAPASKAH IV (U)
Santo Yohanes, Biarawan

Bacaan I: Kel. 32:7-14

Mazmur: 106:19-20.21-22.23; R:4a

Bacaan Injil: Yoh. 5:31-47

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang Yahudi: ”Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menik­mati seketika saja cahayanya itu. Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. Aku tidak memerlukan hormat dari manusia. Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?”

Renungan

Musa menjadi perantara antara Israel dengan Allah. Ia berulang kali menjadi penghubung umat Israel dengan Allah. Saat itu Musa menyampaikan permintaan umat Israel agar Allah mencabut hukuman-Nya atas dosa Israel yang menyembah berhala. Doa Musa kepada Allah akhirnya menyelamatkan Israel dari sengsara akibat dosa.

Kebaikan Allah tampak nyata dalam tugas perutusan Yesus. Allah mewahyukan diri dalam diri Yesus guna membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Kehadiran-Nya di dunia menjadi berkat bagi banyak orang yang percaya kepada-Nya. Sayangnya, masih ada orang yang tidak mempercayai-Nya. Orang yang menolak Yesus dan tidak mempercayakan diri kepada-Nya, tidak mempunyai hidup di dalam dirinya. Namun, orang yang selalu mencari Tuhan, niscaya akan bersukacita. Oleh karena itu, rindukanlah dan pandanglah wajah Tuhan agar kita diselamatkan.

Ya Tuhan, semoga hatiku selalu terbuka akan sabda-Mu dan ajarilah aku mengakui bahwa Engkaulah Allahku yang esa. Amin.

Tinggalkan Pesan