PP-JesusAndPharisees_JS_0024

PEKAN PRAPASKAH IV (U)
Santo Primus dan Santo Felicianus; Santo Efrem;
Santa Fransiska Romana; Santo Gregorius dari Nyssa

Bacaan I: Yes. 49:8-15

Mazmur: 145:8-9.13c-14.17-18; R:8a

Bacaan Injil: Yoh. 5:17-30

Tetapi Ia berkata kepada mereka: ”Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak meng­hormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”

Renungan

Ketidaktaatan bangsa Israel kepada Allah harus dibayar mahal. Bangsa Israel harus mengalami masa pembuangan. Akan tetapi, akhirnya bangsa Israel menyadari diri bahwa tiada Allah lain bagi mereka kecuali Allah yang telah membebaskan mereka dari penjajahan Mesir.

Kesetiaan dan cinta Allah kepada umat pilihan-Nya terus berlangsung sebagaimana tampak dalam diri Yesus. Ia begitu mencintai para pengikut-Nya walaupun Dia sendiri harus menderita. Dengan terang-terangan Yesus melanggar hukum Sabat karena keberpihakan-Nya kepada umat yang memerlukan-Nya. Segala kuasa telah diberikan Bapa kepada-Nya. Siapa yang dikehendaki-Nya akan beroleh selamat. Betapa kita tidak bersyukur atas rahmat iman yang istimewa ini.

Ya Tuhan, luputkanlah aku dari hukuman kekal dan selamatkanlah aku. Amin.

Tinggalkan Pesan