stdas0280

PEKAN PRAPASKAH IV (U)
Santa Perpetua dan Felisitas, Martir

Bacaan I: Yes. 65:17-21

Mazmur: 30:2.4.5-6.11-12a.13b; R:2a

Bacaan Injil: Yoh. 4:43–54

Sekali peristiwa Yesus berangkat dari Samaria dan pergi ke Galilea. Sebab Ia sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. Setelah Yesus tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu. Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. Maka kata Yesus kepadanya: ”Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya.” Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: ”Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.” Kata Yesus kepadanya: ”Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: ”Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.” Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: ”Anakmu hidup.” Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

Renungan

Allah menjanjikan langit dan bumi yang baru bagi orang saleh. Di dalam kerajaan-Nya, kesedihan dan penderitaan akan berubah menjadi sorak-sorai. Setiap orang yang percaya kepada-Nya, Allah akan melimpahi mereka banyak rahmat. Tua-muda tidak akan luput dari perhatian-Nya. Keluarga-keluarga akan hidup menetap di tempat yang aman dan nyaman. Allah menganugerahkan sukacita kepada manusia yang taat dan percaya kepada-Nya.

Yesus, Allah Putra, melanjutkan misi penebusan ini. Ia menjadi kabar sukacita bagi orang yang percaya kepada-Nya. Penebusan-Nya pun dialami oleh orang-orang yang datang dan memohon kepada-Nya. Bersama dan di dalam Dia setiap orang berada dalam sukacita.

Pegawai istana bersukacita karena anaknya yang sedang sakit dan hampir mati disembuhkan oleh Yesus. Dengan penuh iman, pegawai istana itu pergi kepada Yesus dan meminta-Nya datang ke rumahnya untuk menyembuhkan anaknya. Sabda Yesus dan iman pegawai istana itu menyembuhkan si sakit. Mukjizat ini menjadi berita gembira karena Yesus bukan saja diutus bagi orang Israel, tetapi juga bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, tak terkecuali kita semua. Jika kita percaya penuh pada Yesus, tanpa ada keraguan sedikit pun, yakinlah mukjizat akan terjadi dalam hidup dan karya kita.

Ya Allah, perkenankanlah aku mengikuti Yesus Kristus, jaminan akan langit dan bumi yang baru. Semoga imanku semakin kuat pada-Nya dan aku pun beroleh rahmat yang kuperlukan untuk menikmati sukacita di dunia dan di akhirat. Amin.

 

Tinggalkan Pesan