1-Maret-2016-KWI-R-702x336

PEKAN PRAPASKAH III (U)
Santo Feliks III (II); Paus; Santo David; Santa Magdalena dari Kanossa

Bacaan I: Dan. 3:25.34-43

Mazmur: 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9; R:6a

Bacaan Injil: Mat. 18:21-35

Sekali peristiwa Petrus datang kepada Yesus dan berkata: ”Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: ”Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Surga seumpama se­orang raja yang hendak mengadakan per­hitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak istrinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di surga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

Renungan

Raja Nebukadnezar mendirikan patung emas. Kemudian ia memerintahkan agar semua orang menyembah patung itu. Siapa yang melanggar perintahnya akan dibakar. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego adalah orang-orang Yahudi yang tidak mengindahkan titah raja. Mereka menolak untuk menyembah patung buatan manusia. Mereka memilih setia kepada Allah Abraham, Ishak, dan Yakub. Akibatnya, mereka dihukum mati dengan cara dibakar. Akan tetapi, mereka tidak hangus terbakar. Mereka tetap hidup. Allah Israel yang mereka sembah telah menyelamatkan mereka. Kesetiaan mereka kepada Allah membuat mereka selamat.

Yesus Kristus adalah Allah Penyelamat. Ia akan menyelamatkan orang-orang yang setia mengikuti-Nya. Begitu pula dengan orang berdosa, jika mereka bertobat. Ia akan menyelamatkan manusia dari kematian akibat dosa, asal saja mereka kembali setia kepada-Nya.

Allah kita maharahim. Ia mengampuni umat-Nya yang bertobat. Marilah kita wujudkan kesetiaan kita kepada-Nya agar kita selamat. Jika kita telah berdosa, marilah kita mohon ampun dan bertobat.

Ya Tuhan, terimalah aku di hadirat-Mu dan dengarkanlah seruan hatiku yang remuk redam karena dosa-dosa. Amin.

Tinggalkan Pesan