Dear Pope Francis

Paus Fransiskus telah menjawab 30 pertanyaan yang disampaikan kepadanya dari anak-anak seluruh dunia. Loyola Press sedang menerbitkan tanggapan-tanggapan itu dalam sebuah buku yang akan diterbitkan tanggal 1 Maret 2016 dengan judul “Dear Pope Francis.”

Ide itu disampaikan kepada Paus Fransiskus oleh penerbit milik Serikat Yesus yang berbasis di Amerika Serikat itu pada tahun lalu, dan mendapat respon positif. Mereka kemudian meminta para biarawan Yesuit dari seluruh dunia untuk mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan dari anak-anak berusia 6-13 tahun, termasuk anak-anak Katolik dan non-Katolik. Mereka juga meminta anak-anak untuk mengirim gambar-gambar, yang dimasukkan ke dalam buku itu.

Mereka menerima 259 pertanyaan dari 26 negara dalam 14 bahasa. Editor buku itu, Pastor Paul Campbell SJ, lalu duduk bersama sebuah panitia dan memilih pertanyaan-pertanyaan untuk dikirim kepada Paus.

“Salah satu baris yang kita gunakan untuk menggambarkan buku ini adalah: Anak-anak kecil memiliki pertanyaan-pertanyaan besar,” kata Pastor Campbell mengatakan kepada Radio Vatikan.

Dalam wawancara dengan Alessandro Gisotti dari radio itu, Pastor Paul Campbell SJ mengatakan, “Ya itu pertanyaan-pertanyaan dari anak-anak kecil, tetapi pertanyaan-pertanyaan itu yang sangat, sangat mendalam,” kata Pastor Campbell. “Bapa Suci dengan sangat tegas mengatakan bahwa sangat sulit menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.”

Imam Yesuit itu mengatakan, satu hal yang muncul saat membaca buku ini adalah kepekaan mendalam dari Bapa Suci atas penderitaan anak-anak di seluruh dunia.

“Saya yakin William dari Amerika Serikat yang mengajukan pertanyaan jika Anda bisa membuat satu keajaiban … apa itu? Dan Bapa Suci mengatakan ‘menghentikan penderitaan anak-anak’,” jelas Pastor Campbell. “Dan sangat jelas bagi saya bahwa hati Bapa Suci penuh kasih sayang bagi mereka yang menderita.”

Buku ini hanyalah sebuah cara kecil yang memberikan pengharapan bagi orang yang menderita.

“Bapa Suci ingin menjangkau anak-anak dan orang dewasa, semua orang yang mengalami penderitaan – yang berarti kita semua – untuk memberitahukan kepada kita bahwa dia tidak memahami penderitaan, dia tidak bisa menjelaskannya, tapi dia sungguh percaya bahwa Yesus benar-benar menderita untuk kita, dan itulah satu-satunya hal yang memberinya harapan dan kenyamanan,” kata Pastor Campbell. (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Tinggalkan Pesan