14-Feb-2016-KWI-R-702x336

PEKAN PRAPASKAH I (U)
Peringatan Wajib Santo Syrilus dan Metodius; Santo Maro

Bacaan I: Ul. 26:4-10

Mazmur: 91:1-2.10-11.12-13.14-15; R: 15b

Bacaan II: Rm. 10:8-13

Bacaan Injil: Luk. 4:1-13

Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari Sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar. Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: ”Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.” Jawab Yesus kepadanya: ”Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.” Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya: ”Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: ”Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: ”Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Yesus menjawabnya, kata-Nya: ”Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Renungan

Belajar dari masa Perjanjian Lama, orang menghormati Tuhan dengan cara memberikan persembahan terbaik. Di depan altar/mezbah Tuhan, seorang imam akan mempersembahkan persembahan terbaiknya. Apa yang kita persembahkan?

Pertama, untuk memberi persembahan terbaik dalam hidup, kita perlu mengakui dengan sepenuh hati bahwa Yesus adalah Tuhan kita. Pengakuan ini dibenarkan Tuhan, karena ini awal dari relasi yang baik dengan-Nya. Kemudian, menyertakan Tuhan dalam ziarah hidup sehari-hari dan membiarkan diri dipimpin oleh Roh Allah, agar kita dijauhkan dari perbuatan yang dibenci Allah.

Pengalaman Yesus mengatakan bahwa jika diri dipimpin oleh Allah, maka godaan duniawi bukanlah suatu yang berat untuk dihindari. Mulai dari kuasa, kenikmatan, ketenaran, sampai kebutuhan bilogois pun tidak bisa menjauhkan kita dari Allah. Godaan-godaan Iblis ini telah berhasil dikalahkan Yesus. Namun, Iblis masih ‘menunggu waktu yang baik’ untuk mempermalukan Yesus dengan menjerumuskan para pengikut-Nya ke dalam dosa. Yesus mengingatkan kita untuk selalu waspada dan tahan godaan, dengan bertekun dalam doa dan puasa, dan membiarkan diri dipimpin oleh Roh Allah.

Ya Yesus, aku ingin mempunyai keteguhan hati seperti Engkau, membiarkan diri dipimpin oleh Roh Kudus yang membawaku semakin dekat dengan-Mu. Amin.

Tinggalkan Pesan