Murid-Murid-Yohanes (1)

HARI JUMAT SESUDAH RABU ABU (U)
Santa Marina; Santo Benediktus dari Aniane;
Santo Gaudensius; Beata Humbelina

Bacaan I: Yes. 58:1-9a

Mazmur: 51:3-4.5-6a.18-19; R:19a

Bacaan Injil: Mat. 9:14-15

Sekali peristiwa, datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: ”Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka: ”Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Renungan

Dosa kita adalah tanda kekurangan kita. Kita bisa saja membela diri dengan banyak kata, tetapi kebenaran Tuhan ada dalam hati kita. Banyak orang dapat merumuskan hal yang baik dengan kata-kata yang indah dan muluk-muluk, tetapi dalam praktiknya tidak ada sama sekali.

Berpuasa dan berpantang bukanlah ajang untuk ”gaya-gayaan”, tetapi kerinduan untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Kita ingin agar kita semakin dapat mengandalkan Tuhan dalam hidup kita. Selain itu, berpuasa adalah cara kita mengarahkan hati dan perhatian pada saudara-saudari yang menderita.

Seluruh pengajaran Kitab Suci hari ini mengatakan kepada kita bahwa pertobatan, puasa, dan mengingkari diri sendiri itu suatu persembahan yang baik di hadapan Tuhan, karena Allah berkenan ditemui oleh mereka yang bersungguh-sungguh mengasihi-Nya.

Ya Allah, ajarilah aku lebih lagi mengasihi-Mu. Berilah aku dorongan yang suci dan murni untuk mempersembahkan diri kepada-Mu melalui masa puasa dan pantang ini, agar aku boleh mengalami Paskah bersama-Mu selama aku hidup. Amin.

Tinggalkan Pesan