kamar paus

Kamar hunian Santo Paus Yohanes Paulus II di Seminari Tinggi Ritapiret Maumere, Flores, saat berkunjung 26 tahun silam, tepatnya 11-12 Oktober 1989, kini menjadi situs rohani, kata Pastor Gerard Hery Fernandez Pr yang menjadi saksi hidup kedatangan Paus itu ketika dia masih menjadi frater di Seminari Tinggi Ritapiret.

Menurut imam itu, kamar tidur itu hendaknya bukan saja dijadikan situs rohani karena Paus itu adalah orang kudus, tetapi juga dijadikan tempat ziarah. “Bagi umat Katolik, kamar hunian Paus itu bisa menjadi tempat ziarah, tempat bersejarah, Vatikan kecil, karena orang kudus itu pernah semalam beristirahat di situ,” tegas Dosen Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus Keuskupan Atambua di Kefamenanu itu kepada PEN@ Katolik, 3 Pebruari 2016.

Kini, menurut pengamatan media ini, kamar di seminari itu tidak pernah sepi pengunjung. Kamar yang terletak di Unit John Paul atau di samping kanan Kapela Agung Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret itu sudah diberkati oleh Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD pada perayaan 25 tahun kunjungan orang kudus itu, 12 Oktober 2014.

Saat pemberkatan, Uskup Pareira bersaksi bahwa Paus yang digelari Santo oleh Paus Fransiskus pada tanggal 27 April 2014 itu adalah seorang pendoa. “Beliau selalu memiliki waktu untuk berdoa, meskipun sibuk dengan berbagai pertemuan dan kunjungan,” kata uskup.

Mantan Uskup Weetabula, Sumba Barat Daya, itu masih ingat benar, “Ketika usai perayaan Ekaristi di Gelora Samador Maumere, Bapa Suci mengambil Rosario dan berdoa. Hal yang sama ketika pulang dari Seminari Tinggi Ledalero pada malam harinya Paus berdoa Rosario sepanjang perjalanan pulang ke Ritapiret.” (Yuven Fernandez)

Keterangan foto: Kamar Hunian Santo Paus Yohanes Paulus II saat dikunjungi beberapa murid SMAK Frateran Maumere bersama guru agama mereka

1 komentar

Tinggalkan Pesan