Kongres Ekaristi Internasional di Filipina berkahir

Selain menyamakan Kongres Ekaristi Internasional ke-51 di Cebu, Filipina, dengan perjumpaan para murid perdana dengan Kristus yang Bangkit, pernyataan akhir kongres yang dikeluarkan oleh Uskup Agung Cebu Mgr Jose Palma, tanggal 30 Januari 2016, juga berisi bagian-bagian dengan judul “Roti harapan,” “Roti untuk Kaum Miskin,” “Roti Dialog” dan “Roti untuk Misi” yang dibacakan dalam bahasa Perancis, Spanyol, Inggris dan Cina.

Peserta menyatakan bahwa sebagai murid-murid Tuhan Yesus Kristus, yang berkumpul untuk merayakan Kongres Ekaristi Internasional itu sejak tanggal 24 hingga 31 Januari 2016 itu “sekarang menghidupkan kembali pengalaman indah dua murid dari Emaus.”

Mereka juga yakin bahwa Roh Kudus mengutus mereka untuk pergi memberitakan kisah Yesus. “Kongres ini sama dengan pertemuan murid-murid perdana ketika mereka dengan sukacita berbagi cerita-cerita tentang bagaimana masing-masing mereka berjumpa dengan Tuhan yang Bangkit dalam Injil dan dalam Pemecahan Roti,” lanjut pernyataan seraya menjelaskan satu per satu roti itu.

Roti Harapan. “Ekaristi, yang merupakan perjumpaan yang hidup dan memberi kehidupan dengan Kristus dalam totalitas Misteri Paskah-Nya, adalah benar-benar sumber dan penggerak untuk harapan. Melalui Ekaristi, kita merasakan bahwa kita dimiliki oleh cinta Allah dan dengan keyakinan ini, pertobatan hati dimulai. Kalau ibadah kita dilakukan melalui Kristus, dengan Dia dan dalam Dia, maka Ekaristi menjadi sumber penyembuhan dan harapan kemuliaan kita. Ekaristi adalah roti harapan karena Ekaristi menantang kita untuk hidup penuh syukur dan penuh sukacita, tanpa memandang semua realitas kehidupan yang sulit. Hanya mereka yang telah mengalami banyak atau telah menghadapi berbagai krisis dalam kehidupan, mereka yang menderita hampir setiap hari, bisa mengetahui dan memiliki ketahanan spiritual serta benar-benar merayakan sukacita kehidupan dan tetap berharap.”

Roti untuk Kaum Miskin. “Ekaristi mempercayakan kita kepada orang miskin, untuk mencintai dan datang membantu mereka. Kita ditantang untuk menjangkau orang miskin dan membantu mengangkat mereka secara material dan spiritual sebagai cara konkret menerima Ekaristi. Ekaristi mendorong kita bertindak dan memberi mereka sesuatu untuk dimakan. Teladan Yesus, khususnya kisah tentang memberi makan, mengajarkan kita bagaimana seharusnya setiap Ekaristi itu, memecahkan roti bersama orang miskin dan terpinggirkan. Kehadiran saudara-saudara kita yang berkekurangan dalam hidupnya mengingatkan kita bahwa orang miskin adalah tempat perjumpaan yang istimewa dengan Yesus di luar Ekaristi.”

Roti Dialog. “Ekaristi yang merupakan sakramen roti kehidupan menyemangati dan memperkuat tekad kita saat melakukan dialog berliku-liku dengan agama-agama, budaya-budaya, kaum muda dan orang miskin. Kita diberi kuasa oleh Roh Kudus untuk menciptakan saling pengertian, keterbukaan, perubahan hati dan pikiran. Ekaristi – Kehadiran Nyata Yesus – menopang hati kita dan memelihara jiwa kita saat berjalan menuju pertemuan di mana Allah mengumpulkan kita semua dalam persekutuan inklusif, seraya membuang perbedaan yang memecahkan dan memuliakan karunia yang setiap orang bawa.”

Roti untuk Misi. Setelah digelorakan dan diperbaharui oleh Ekaristi, para murid misionaris Kristus dikirim ke dunia untuk menjadi roti yang dipecah-pecah untuk dunia yang terpecah-pecah. Mereka bergeser dari dari perayaan Ekaristi menuju komitmen Ekaristi. Ekaristi bukan hanya karunia tetapi juga tugas dan misi yang dapat mengubah dunia. Memang, Ekaristi membuat kita bisa secara efektif menanggapi tangisan kaum miskin, tangisan bumi, dan tangisan Yesus Kristus. Dinamisme misionaris bersemi dari perjumpaan dengan Yesus melalui doa yang mendalam karena paru-paru evangelisasi adalah doa. Kami adalah orang-orang yang bertugas dalam sebuah misi; sungguh, Kongres Ekaristi Internasional 2016 adalah panggilan nyaring untuk melakukan misi bagi kita semua. Ekaristi kita adalah sumber dan tujuan misi Gereja.”

Kongres Ekaristi Internasional ke-51 sudah ditutup. Paus Fransiskus, lewat rekaman video yang diputar saat Misa Penutupan mengatakan “dengan senang hati saya umumkan bahwa Kongres Ekaristi Internasional berikutnya akan berlangsung tahun 2020 di Budapest, Hungaria.” Ratusan ribu orang yang menghadiri Misa itu lalu bertepuk tangan. (pcp berdasarkan CBCP News)

CYvEte9UEAA1EjR-300x217

CaGmvR2VAAEHdrR

CZ5m__oWYAAxKYM

Tinggalkan Pesan