St.-Thomas-Aquinas-Filsuf-dan-Teolog

PEKAN BIASA III (H)
Peringatan Wajib Santo Thomas dari Aquino; Santo Karolus Agung;
Santo Petrus Notaskus, Manfredus

Bacaan I: 2Sam. 7:18-19.24-29

Mazmur: 132:1-2.3-5.11.12.13-14; R: Luk. 1:32b

Bacaan Injil: Mrk. 4:21-25

Pada suatu hari, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Orang memasang pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

Lalu Ia berkata lagi: ”Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil.”

Renungan

Seorang Ibu yang selamat dari kecelakaan maut dalam perjalanan dari Bandung ke Jakarta mengundang keluarga dan handai tolan mengadakan doa syukur atas rahmat perlindungan dan keselamatan Tuhan atas dirinya. Pengalaman hidup di ujung maut membangunkan kesadarannya bahwa hidup adalah milik Tuhan. Katanya, ”Tiada ungkapan yang lebih agung selain ungkapan syukur kepada Tuhan. Keselamatan dan hidup manusia datang dari Tuhan.”

Daud juga bersyukur kepada Tuhan atas segala kasih dan perlindungan Allah yang dialaminya. ”Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? (2Sam. 7:18 ). Daud bersyukur kepada Allah atas rahmat dan kasih setia Allah yang dicurahkan secara istimewa bagi Daud dan keluarganya. Allah menepati janjinya dan Tangan Tuhan menyertai perjalanan Daud.

Segala hal yang baik tentu bermakna untuk digandakan dan dibagikan kepada sesama agar berdaya guna. Seperti halnya sebuah pelita, sepantasnya diletakkan di kaki dian agar menerangi sekitar. Bukan diletakkan di bawah tempat tidur. Ungkapan syukur dalam hidup menjadi suatu pengalaman terang atas peristiwa hidup yang dirasakan dan dialami. Dengan bersyukur kita mengakui bahwa hidup tidak dapat dilepas dari Allah. Terikat dan bersatu dengan Tuhan menghasilkan banyak buah dan menghadirkan sukacita. Terlepas dari persatuan dengan Tuhan akan menghadirkan kehampaan dan ketidakberdayaan. ”Siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi yang tidak mempunyai, apa pun yang ada padanya akan diambil” (Mrk. 4:25 )

Ya Tuhan, ajarilah aku untuk selalu tahu berterima kasih dan bersyukur atas segala kejadian yang aku jumpai dalam hidup. Semoga aku menjadi insaf dan sadar bahwa segala seuatu yang aku miliki kini adalah milik-Mu Tuhan. Amin.

Tinggalkan Pesan