Father Gerard Francisco P Timoner III,

Seorang imam teolog yang ikut serta dalam Kongres Ekaristi Internasional ke-51 yang sedang berlangsung di Cebu, Filipina, mengatakan pada hari Minggu 24 Januari 2016, bahwa pertemuan keagamaan itu membuktikan bahwa Gereja Katolik adalah Gereja bagi semua orang.

“Orang-orang ini datang dari mana-mana. Itulah manifestasi dari universalitas Gereja, dan bagaimana Ekaristi sungguh-sungguh mempertemukan kita dengan cara yang sangat konkret,” kata Provinsial Para Imam Dominikan (OP) Provinsi Filipina, termasuk Indonesia, Pastor Gerard Francisco P Timoner III OP, kepada Raymond A Sebastián dari CBCP News dalam sebuah wawancara.

Pastor Timoner berbicara mengomentari jumlah besar peziarah lokal dan asing dari setidaknya 71 negara yang menerjang panas sore hari guna menghadiri Misa pembukaan Kongres Ekaristi Internasional yang dipimpin oleh Uskup Agung Yangon Charles Maung Kardinal Bo di Plaza Independencia, Kota Cebu.

“Dan tentu saja, [Ekaristi] adalah kehadiran Kristus,” lanjut imam yang juga menjadi konselebran dalam Misa pembukaan itu.

Selanjutnya, Pastor Timoner yang saat ini menjadi anggota Komisi Teologi Internasional menunjukkan bahwa Ekaristi tidak dapat menjadi titik pemisahan mengingat bahwa Ekaristi adalah perayaan kesatuan dari Gereja.

“Kita tidak bisa memperlakukan Ekaristi secara pribadi karena Ekaristi itu universal. Ekaristi untuk semua,” jelas imam itu.

Menurut imam asal Kawasan Bicol itu, Kehadiran Nyata Yesus adalah apa yang Santo Thomas Aquinas sebut “nyata seperti Sakramen.”

“Tetapi kenyataannya, rahmat itu sendiri, adalah persekutuan,” kata imam itu.

Pastor Timoner menunjukkan bahwa rahmat Ekaristi terhambat jika ada pemisahan dan juga kehancuran di kalangan keluarga, komunitas, dan masyarakat. (pcp berdasarkan CBCP News)

Tinggalkan Pesan