Yangon-Archbishop-Charles-Cardinal-Maung-Bo-at-51st-IEC

Wakil Paus Fransiskus dalam Kongres Ekaristi International ke-51 menyebut kekurangan gizi dan kelaparan yang meluas di dunia merupakan “pembantaian besar-besaran.” Kardinal Charles Bo dari Yangon, Myanmar, berbicara dalam Misa pembukaan kongres itu di Cebu, Filipina, Minggu 24 Januari 2016.

“Ini panggilan untuk komitmen terhadap dunia keadilan,” kata Kardinal Bo. “Ekaristi mengajak untuk melakukan perang dunia ketiga, perang dunia ketiga melawan kemiskinan … perang dunia ketiga melawan dunia yang menghasilkan semakin banyak senjata sementara lebih dari setengah miliar orang tidak memiliki cukup makanan.”

Kardinal Bo menyebut Ekaristi sebagai “mercusuar martabat manusia” untuk orang miskin. “Tidak ada agama lain yang mengangkat orang miskin setinggi ini,” kata kardinal itu. Kardinal Bo juga menyebut aborsi, euthanasia, dan hukuman mati sebagai “musuh-musuh Ekaristi.”

Paus Fransiskus memberi Kitab Injil sebagai hadiah untuk Kongres Ekaristi Internasional. Kitab itu disampaikan oleh Uskup Agung Piero Marini, Presiden untuk Komite Kepausan untuk Kongres Ekaristi Internasional.

Sekitar 15.000 orang dari sekitar 90 negara, dan setidaknya 1 juta warga Filipina, diharapkan berperanserta dalam acara yang berlangsung dari tanggal 24 hingga 31 Januari 2016 dengan tema, “Christ in You, Our Hope of Glory” (Kristus dalam Diri Anda, Harapan Kami akan Kemuliaan) itu.

Kongres Ekaristi mempertemukan para klerus, kaum religius, dan awam untuk meningkatkan kesadaran akan tempat sentral Ekaristi dalam kehidupan dan misi Gereja Katolik. Kongres ini membantu umat meningkatkan pemahaman dan perayaan liturgi serta menarik perhatian pada dimensi sosial dari Ekaristi. Kongres mencakup Misa, adorasi Sakramen Mahakudus, doa, perayaan devosional, katekese, pameran dan acara lainnya, dan juga diselenggarakan di tingkat nasional, regional dan keuskupan.

Sekitar 16 pembicara internasional diharapkan memberi masukan dalam 8 hari kongres di Cebu itu. Terjemahan disediakan untuk bahasa Inggris, Portugis, Cina, Jepang, Vietnam, Korea, Perancis, dan Italia. Berbagai Misa, doa dan perayaan liturgi diselenggarakan dalam tujuh bahasa. Selain prosesi Ekaristi, adorasi dan berkat sakramen Mahakudus, dalam kongres itu ada juga lokakarya, pemutaran film, penampilan konser dan drama panggung, dan video streaming online.

Kongres Ekaristi Internasional pertama diadakan di Lille, Prancis, 21 Juni 1881. Sejak itu, Asia telah menjadi tuan rumah peristiwa internasional itu sebanyak empat kali. Pertama di Manila bulan Februari 1937. Bombay atau yang sekarang bernama Mumbai yang kedua di bulan November tahun 1964. Untuk pertama kalinya, untuk kongres di Mumbai itu, seorang paus – Beato Paus Paulus VI – mengunjungi India. Kongres ke-44 berlangsung di Seoul, Korea Selatan, Oktober 1989.

Pemilihan Cebu untuk Kongres Ekaristi Internasional 2016 diumumkan oleh Paus Emeritus Benediktus XVI pada Kongres Ekaristi Internasional terakhir in Dublin, Irlandia, bulan Juni 2012. (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Kongres Ekaristi di Cebu

Konkres Ekaristi 51

1 komentar

  1. Memerangi kemiskinan secara militan. Termasuk mengurangi biaya pembuatan gedung gereja yg mewah utk org miskin… Yg ini msh tdk disetujui bnyk org, krn menganggap rmh Tuhan itu gedung tadi, yg mati, dan bukan hati umatnya, gereja yg hidup… St. Yohannes Krisostomus: “Yang Aku inginkan bukan piala emas, tapi hati emas.”

Tinggalkan Pesan