Roh Tuhan  ada pada-Ku

PEKAN BIASA III (H)
Peringatan Wajib Santo Fransiskus dari Sales;
Santo Felisianus dan Primus

Bacaan I: Neh. 8:3-5a.6-7.9-11

Mazmur: 19:8.9.10.15; R: Yoh. 6:63c

Bacaan II: 1Kor. 12:12-30

Bacaan Injil: Luk. 1:1-4, 4:14-21

Teofilus yang mulia, banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: ”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

Renungan

Dalam sebuah komunitas, setiap anggota diajak untuk memelihara persatuan dan kebersamaan;  mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Pepatah klasik berbunyi, ”Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Persatuan para anggota komunitas mempermudah mereka dalam mengerjakan tugas-tugas dengan baik dan benar. Sebaliknya, perselisihan, percekcokan, dan tidak saling menghargai satu sama lain menghambat kebersamaan mereka dan merusak harmoni dalam hidup berkomunitas.

Santo Paulus memberikan ilustrasi yang sangat indah tentang pentingnya saling menghargai dan persatuan antara orang-orang yang percaya kepada Kristus. Aneka talenta dan bakat menjadi kekuatan kerja sama yang saling membangun dan memperkaya. Perbedaan tidak menjadi kendala melainkan peluang yang saling memperkaya dan meneguhkan satu sama lain.

Yesus hadir dan tetap berkeliling untuk mewartakan Kabar Gembira dan keselamatan bagi banyak orang. Yesus tetap konsisten pada misi perutusan-Nya di dunia: ”Menyampaikan kabar baik kepada orang orang miskin, memberitakan pembebasan bagi orang orang tawanan, penglihatan bagi orang buta, membebaskan orang tertindas dan memberitakan Tahun Rahmat Tuhan telah datang.” Tugas perutusan Yesus menjadi tugas kita semua yang percaya kepada-Nya. Semoga kita selalu terbuka terhadap Yesus dan memelihara persatuan dengan Yesus sebagai kekuatan untuk berkeliling dan mewartakan kabar baik bagi banyak orang.

Allah yang Maha Pengasih, anugerahkanlah Roh persatuan di antara kami pengikut-Mu agar dalam semangat kebersamaan dan persatuan, kami melanjutkan karya Putra-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus. Amin.

Tinggalkan Pesan