21-Jan-2016-KWI-R-1-702x336

PEKAN BIASA II (H)
Peringatan Wajib Santa Agnes; Perawan dan Martir
Santo Augurius dan Eulogius

Bacaan I: 1Sam. 18:6-9; 19:1-7

Mazmur: 56:2-3.9-10a.10b-11.12-13; R:5bc

Bacaan Injil: Mrk. 3:7-12

Sekali peristiwa, Yesus menyingkir ke Danau Galilea bersama murid-murid-Nya, dan banyak orang dari Galilea mengikuti Dia. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: ”Engkaulah Anak Allah.” Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

Renungan

Dalam hidup bersama, tidak semua orang dengan serta merta menerima dan mengakui keberhasilan atau prestasi seseorang. Ada yang secara spontan dan tulus mengagumi dan memberikan apresiasi, tetapi tidak sedikit pula yang bahkan iri hati dan cemburu, dengan melontarkan berbagai komentar negatif.

Daud yang masih sangat muda, dengan berkat Tuhan, berhasil mengalahkan Goliat. Daud pun diberi apresiasi dengan pujian, nyanyian dan tarian oleh bangsa Israel. Namun, hal ini justru mendatangkan dengki dan iri hati pada Saul sehingga Ia berikhtiar untuk membunuh Daud. Begitulah dosa dan kecenderungan manusia yang dikuasai roh jahat, selalu ingin menghilangkan atau membunuh orang-orang baik yang berhasil dan berpengaruh karena kebaikan yang dilakukan.

Yesus menyembuhkan banyak orang sakit dan melakukan banyak mukjizat kebaikan. Apakah semua orang menyukai Yesus karena kebaikan-kebaikan yang diperbuat-Nya? Ternyata tidak sedikit juga orang yang tidak suka pada Yesus, karena takut disaingi, takut kehilangan pengaruh, iri hati, cemburu dan berprinsip ‘tak boleh ada dua bintang’. Sikap egoistis seperti inilah yang menutup mata hati mereka untuk bersyukur dan bersukacita atas kesuksesan dan kelebihan orang lain. Bahkan diam-diam mereka bersekongkol hendak membunuh Yesus.

Saat yang tepat bagi kita hari ini untuk bercermin diri dan bertanya: Bagaimana sikapku terhadap kesuksesan dan kelebihan yang dimiliki orang-orang di sekitarku? Apakah aku turut bersukacita dan berbangga ataukah bahkan iri hati, cemburu, dan diam-diam merencanakan upaya untuk menjatuhkannya?

Ya Tuhan, ajarilah aku untuk berbuat baik kepada sesama dan siap sedia mendukung sesama yang berhasil. Bersihkanlah hatiku dari dosa iri hati, niat jahat dan dengki terhadapa sesama yang sukses dan berhasil dalam usaha dan kariernya. Amin.

Tinggalkan Pesan