13-Jan-2016-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA I (H)
Santo Hilarius, Uskup Pujangga Gereja

Bacaan I: 1Sam 3:1-10.19-20

Mazmur: 40:2.5.7-8a.8b-9.10; R:8a.9a

Bacaan Injil: Mrk 1:29-39

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mer­tua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: ”Semua orang mencari Engkau.” Jawab-Nya: ”Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Renungan

Cerita tentang Samuel yang dipanggil Allah dan bagaimana Elia ikut berperan membimbing Samuel mengingatkan kita semua akan peran seorang ayah dan guru untuk mendampingi anak-anak agar dapat memberikan jawaban yang benar dan tepat. Ada dua aspek yang dijumpai.Pertama, Allah yang berinisiatif untuk memanggil Samuel dengan caranya yang unik. Kedua, kesediaan Samuel untuk menjawab panggilan Allah dengan bimbingan Nabi Elia. Jawaban Samuel: ”Berbicaralah sebab hamba-Mu ini mendengarkan”, membuka jalan bagi keterpanggilan dan tugas Samuel di masa depan bagi Bangsa Israel. Allah tetap membimbing Samuel dengan rahmat-Nya yang istimewa.

Yesus melanjutkan perjalanan-Nya sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit. Banyak mukjizat dilakukan Yesus. Ada hal menarik yang layak untuk direfleksikan, yakni Yesus selalu menarik diri dari kerumunan banyak orang. Ia selalu mengawali semua aktivitas dengan berdoa di tempat yang sunyi. Semoga kita juga dapat mengikuti cara hidup Tuhan ini, mengawali aktivitas setiap hari dengan berdialog dengan Allah dalam keheningan.

Ya Allah, aku bersyukur kepada-Mu karena Putra-Mu Yesus Kristus selalu meng­ajarkan aku untuk mencintai doa dan keheningan. Semoga aku sanggup mendengarkan kehendak-Mu dalam doa dan keheningan. Amin.

 

Tinggalkan Pesan