10-Jan-2016-KWI-R-1-702x336

PESTA PEMBAPTISAN TUHAN (P)
Santo Gregorius X; Santo Agatho;
Santo Petrus Orseola

Bacaan I: Yes. 40:1-5.9-11

Mazmur: 104:1b-2.3-4.24-25.27-28.29-30; R:1

Bacaan I : Tit. 2:11-14;3:4-7

Bacaan Injil : Luk. 3:15-16.21-22

Ketika Yohanes tampil di Sungai Yordan, banyak orang menanti-nanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hati tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias.  Yohanes men­jawab dan berkata kepada semua orang itu: ”Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.” Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: ”Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Renungan

Setiap kabar baik selalu melegakan hati dan menjadikan wajah pewarta berseri-seri. Kabar gembira meringankan beban dan penderitaan orang yang sedang berada dalam pergumulan. Hati yang gembira memampukan seseorang menjadi pembawa kabar baik yang efektif. Bangsa Israel dalam pembuangan di Babilon juga mendapat kabar penghiburan dan harapan keselamatan dari Allah. Keselamatan bukan saja untuk orang Israel, bahkan untuk segala bangsa. Keselamatan yang ditawarkan Allah segera akan dijumpai bila ada pertobatan dan kemauan baik dari orang Israel untuk kembali kepada Allah.

”Kasih Karunia Allah menyelamatkan semua bangsa.” Kasih itu sudah nyata dalam diri Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk menunjukkan jalan kebenaran dan keselamatan menuju Bapa. Yang terbuka dan percaya kepada Yesus telah menerima berbagai rahmat dan kasih karunia dari Allah. Bahkan Allah dengan cara-cara yang rahasia terus mengajar dan mendidik kita agar menjadi manusia yang terus berubah dan berbuahkan kebaikan dalam hidup.

”Engkaulah anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Luk. 3:22), Kata-kata yang terdengar dari langit ini hendak menegaskan keberadaan Yesus sebagai Putra Allah yang akan membaptis dengan Roh dan kebenaran.

Pembaptisan Yesus mengingatkan kita tentang Sakramen Pembaptisan yang kita terima. Sebagaimana Yesus dibaptis dengan tugas perutusan mewartakan Kerajaan Allah dan kebenaran, demikian juga kita semua kaum terbaptis diutus untuk menjadi pewarta Kerajaan Allah dan nilai-nilai kebenaran yang menuntun kita kepada keselamatan dan kehidupan kekal.

Ya Allah, didiklah aku dengan cara-Mu yang rahasia, agar oleh Rahmat Permandian yang telah kuterima, aku pun mampu memberikan kesaksian tentang Putra-Mu Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Tinggalkan Pesan