9-Jan-2016-KWI-R-1-702x336

PEKAN SESUDAH EPIFANI (P)
Santo Andreas Korsini; Santa Marsiana;

Bacaan I: 1Yoh. 5:14-21

Mazmur: 149:1-2.3-4.5.6a.9b; R: 4a

Bacaan Injil: Yoh. 3:22-30

Sekali peristiwa, Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.

Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: ”Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang Sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.” Jawab Yohanes: ”Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga. Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”

Renungan

Kita hidup di era informasi dan globalisasi. Pada era ini kita dihadapkan dengan berbagai tawaran informasi. Ada informasi yang berguna, tetapi ada pula yang menawarkan kegembiraan sesaat dan menyesatkan. Manusia sungguh ditantang untuk bersikap kritis dan memilih informasi yang benar dan berguna untuk membangun hidup yang lebih berkualitas.

Para rasul karena imannya terhadap Yesus dan ajaran-Nya melanjutkan kesaksian dan pengajaran tentang hidup kekal yang selalu diwartakan Yesus bagi mereka. Para rasul giat mengajar dan mengajak pendengar untuk hidup dalam kebenaran Allah, yakni pertobatan dari cara hidup yang lama, yang dapat mendatangkan maut. Para Rasul tahu bahwa dunia ini dikuasai oleh si jahat. Karena itu, mereka mengajak para pendengar untuk bertekun dalam doa. Doa dapat mengalahkan bujukan si jahat dan mengantar kita menuju kebenaran.

Yohanes Pembaptis memiliki keberanian untuk bersaksi tentang Yesus: ”Aku bukan Mesias tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.” Pernyataan Yohanes mengungkapkan hati seorang pewarta yang jujur dan ikhlas. Selalu memposisikan diri sebagai pembuka jalan bagi sesama untuk datang kepada Yesus yang diwartakan.

”Tidak ada seseorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya,kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari surga” (Yoh. 3:27). Menyadari apa yang kita miliki sekarang, dan memeliharanya dengan hati yang penuh syukur dapat membantu kita menerima kelebihan sesama sekaligus membebaskan kita dari pikiran jahat dan iri hati terhadap sesama yang memiliki talenta berbeda dengan diri kita.

Ya Tuhan Yesus, ajarilah aku menjadi pewarta dan saksi-Mu yang sejati. Biarlah semangat kerendahan hati selalu merajai hidupku, agar Engkau semakin besar dan dikenal banyak orang. Amin.

Tinggalkan Pesan