8-Jan-2016-KWI-R-2-702x336

PEKAN SESUDAH EPIFANI (P)
Santo Severinus; Santo Lusianus Beauvais;
Santo Apolinaris; Beato Didakus Yoseph

Bacaan I: 1Yoh. 5:5-13

Mazmur: 147:12-13.14-15.19-20; R: 12a

Bacaan Injil: Luk. 5:12-16

Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: ”Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: ”Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga dan berkata: ”Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Renungan

Kesaksian hidup seseorang jauh lebih berarti dari jutaan kata yang diucapkannya. Kita selalu mendengar kesaksian para saksi di pengadilan dalam menggelar perkara. Terhadap kesaksian para saksi sering bisa dipercaya juga bisa diragukan. Yang pasti kesaksian para saksi membantu para hakim dan jaksa untuk menemukan kebenaran dan membuat keputusan. Kesaksian manusia selalu dapat disangsikan karena kesaksian selalu berkaitan erat dengan kepentingan. Kesaksian manusia berbeda dengan kesaksian yang datang dari Allah.

Yesus yang penuh dengan Roh Kudus memberikan kesaksian tentang kebenaran dan hidup kekal. Yesus tidak saja berkata-kata melainkan memberikan diri-Nya untuk disalibkan dan dihukum mati demi menebus dosa-dosa kita. Ia kemudian mengalahkan maut dan bangkit dengan jaya.

Yesus mengajak pendengar untuk mengarahkan diri pada hidup yang kekal. Salah satu cara untuk memperoleh hidup kekal adalah percaya kepada Yesus dan ajaran-Nya. ”Siapa saja memiliki Anak, ia memiliki hidup” (1Yoh. 5:12).

Orang kusta yang berjumpa dengan Yesus secara spontan meminta pertolongan. Tidak mungkin ada orang mau meminta bantuan pada seseorang bila tidak memiliki hati dan kepercayaan terhadap orang tersebut. Orang kusta percaya dan berharap pada Yesus akan kesembuhannya: ”Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Yesus: ”Aku mau jadilah engkau tahir” (Yoh. 5:12–13). Perjumpaan orang kusta dengan Yesus telah mengubah hidupnya secara total. Orang kusta tidak saja mengalami kesembuhan, tetapi sekaligus pewarta kabar baik dan saksi tentang karya Yesus. Kesaksian orang kusta yang telah disembuhkan Yesus, dan kesaksian para pewarta sangat efektif mempengaruhi orang-orang sekitar untuk semakin percaya kepada Yesus dan ajaran-Nya. Kesaksian berbicara lebih banyak dari sejuta kata.

Ya Tuhan, rahmatilah aku agar mampu menjadi saksi-saksi kabar gembira di mana pun aku berada. Lindungilah karya dan pelayananku agar menjadi sarana yang menarik banyak orang untuk datang dan percaya kepada-Mu. Amin.

Tinggalkan Pesan