Nyanyian-pujian

HARI BIASA KHUSUS Adven IV (U)

Santo Teodorus; Santo Yosef Moscati

Novena Natal hari ke-7

Bacaan I: 1Sam. 1:24-28

Mazmur: 1Sam. 2:1.4-5.6-7.8abcd; R:1a

Bacaan Injil: Luk. 1:46-56

Dalam kunjungannya kepada Elisabet ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata: ”Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Renungan

Kesetiaan dan penyerahan diri kepada rencana keselamatan Allah membawa sukacita dan kebahagiaan. Kesetiaan akan Allah ini pula yang memberikan kelimpahan berkat bagi setiap orang. Maria, karena kesetiaannya dan kesiapsediaannya untuk menerima tawaran Allah mengandung Sang Penyelamat, memperoleh ganjaran kebahagiaan itu.

Ketika kita mengalami banyak persoalan, ketakberdayaan dan merasa diri lemah berhadapan dengan persoalan kehidupan, tidak jarang kita merasa putus asa dan merasa seolah-olah Tuhan sangat jauh dari hidup kita. Hari ini kita belajar dari Bunda Maria, bahwa penyerahan diri kepada Allah dan kesetiaan kepada-Nya memberikan kekuatan yang melampaui daya kuasa manusia. Tuhan tidak akan memberikan sesuatu melampaui kemampuan kita untuk menerimanya. Selalu ada maksud Allah di balik semua peristiwa hidup kita yang harus kita temukan. Dan hal ini perlu didukung oleh sikap pasrah-berserah diri-seperti Maria: ”terjadilah padaku menurut kehendak-Mu,Tuhan.” Sikap hati yang pasrah dan terbuka pada kehendak Tuhan membawa kelegaan tersendiri. Allah akan memberikan apa yang kita mohonkan kepada-Nya dan memperlihatkan kuasa-Nya dalam kelemahan kita.

Allah Bapa, semoga aku semakin mampu untuk berserah diri pada-Mu dalam situasi apa pun hidupku. Amin.

Gambar di atas dari allmusic.com

 

Tinggalkan Pesan