Paus Fransiskus

Paus Fransiskus mencela kekerasan dan kebencian di balik serangan teror di Stadion Perancis yang menewaskan 129 orang dan melukai beberapa ratus lainnya. Berbicara kepada banyak orang yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus dalam sambutan Doa Angelus mingguan 15 November 2015, Paus mengatakan ingin mengungkapkan belasungkawa yang sangat dalam kepada Presiden Perancis dan terutama kepada semua orang yang anggota keluarganya tewas atau terluka dalam beberapa serangan yang terjadi di malam hari 13 November 2015.

Kaum ekstrimis bernama Negara Islam (ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas pemboman dan penembakan di stadion, ruang konser dan beberapa bar serta restoran.

Paus Fransiskus mengatakan kebiadaban seperti itu membuat kita tertegun sambil bertanya-tanya bagaimana bisa hati manusia memikirkan dan melaksanakan kekejaman seperti itu, kekejaman yang “mengejutkan tidak hanya Perancis tetapi seluruh dunia.”

Sekali lagi Paus menekankan bahwa “cara kekerasan dan kebencian tidak menyelesaikan persoalan-persoalan kemanusiaan,” seraya menambahkan bahwa siapa pun yang menggunakan nama Allah untuk membenarkan langkah itu bersalah atau patut dihukum karena melakukan penghujatan.

Paus Fransiskus mengajak semua orang yang mendengarkan kata-katanya untuk ikut berdoa bersama Paus, seraya mempercayakan para korban yang tidak berdosa dalam tragedi ini kepada kerahiman Allah. Sambil memimpin doa Salam Maria, Paus berdoa agar Maria, Bunda Kerahiman, menginspirasi semua hati kita dengan kebijaksanaan dan kedamaian.

Sehari sebelumnya, tanggal 14 November 2015, Paus Fransiskus mengirimkan telegram kepada Uskup Agung Paris Kardinal André Vingt-Trois seraya meyakinkan kesatuan dalam doa dengan para korban, keluarga-keluarga mereka dan para petugas pelayanan darurat.

Telegram yang ditandatangani oleh Sekretaris Negara Tahta Suci, Kardinal Pietro Parolin, itu mencela semua tindakan kekerasan, dan meminta Allah menginspirasi pikiran perdamaian dan solidaritas.

Paus memohon kepada kepada Allah, Bapa kerahiman, agar “menyambut para korban ke dalam perdamaian cahaya-Nya dan memberikan hiburan dan harapan bagi yang terluka dan keluarga-keluarga mereka.” (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

 

Tinggalkan Pesan