Konferensi-Pers-640x336

Setelah Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia di Via Renata, Cimacan, Jawa Barat, semua uskup kembali ke Jakarta dan mengadakan Sinode Para Uskup Indonesia tahun 2015 di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Sidang sinodal 9-12 November 2015 itu memilih pengurus atau fungsionaris baru KWI, yang mempertahankan Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo sebagai Ketua KWI dan mengangkat Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunjamin sebagai Sekretaris Jenderal.

Dalam sidang yang juga dihadiri sekretaris eksekutif, direktur, kepala dari komisi, lembaga dan departemen di KWI, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr Antonio Guido Filipazzi meminta agar terjadi komunikasi yang tulus antara para uskup seluruh Indonesia dan Nuntio. “Jika para Uskup datang ke Jakarta, jangan lupa untuk mampir di Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia di Jl Medan Merdeka Timur 18, Jakarta Pusat,” kata Nuntio.

Harapan itu disampaikan Mgr Antonio karena banyak dapat disharingkan bersama dengan para uskup, baik menyangkut Gereja Universal maupun Gereja Lokal, demikian laporan Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI Pastor Kamilus Pantus dalam web KWI, www.mirifica.net.

Sebelumnya, Ketua Presidium KWI Mgr Ignatius Suharyo mengajak peserta sidang sinodal untuk merenungkan dan mempertanyakan secara lebih mendalam makna dari sidang sinodal. Bila sidang sinodal hanya dimaknai secara terbatas sebagai sebuah kesempatan bagi peserta sidang untuk memilih fungsionaris baru, jelas Mgr Suharyo, “maka pemaknaan seperti itu perlu dijelaskan secara sempurna.”

Maka, Mgr Suharyo menawarkan makna baru berdasarkan bingkai pemikiran dari dokumen-dokumen sidang terdahulunya. “Di dalam sidang sinodal ini diharapkan para peserta dapat menghadirkan sebuah cakrawala baru secara bersama-sama terutama berkenaan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan kantor KWI.”

Dalam sidang itu, jelas Pastor Kamilus Pantus, dibacakan laporan kegiatan oleh Sekretariat Jenderal KWI oleh Sekretaris Eksekutif KWI Pastor Edy Purwanto karena Sekretaris Jenderal KWI Mgr Johannes Maria Trilaksyanto Pujasumarta saat itu masih dalam proses perawatan. Selain itu dibacakan laporan dan pendalaman materi berdasarkan rumpun kerja yakni Komisi Liturgi, Komisi Kateketik, Komisi Teologi, Komisi Komunikasi Sosial, Komisi Karya Misioner dan Lembaga Biblika Indonesia.

Para para fungsionaris baru di jajaran KWI yang terpilih dalam Sidanmgh Nonodal 2015 adalah:

  • Ketua KWI: Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta.
  • Wakil Ketua I: Mgr. Leo Laba Ladjar OFM, Uskup Keuskupan Jayapura.
  • Wakil Ketua II: Mgr. Harjosusanto MSF, Uskup Agung Keuskupan Agung Samarinda.
  • Bendahara: Mgr. Silvester San, Uskup Keuskupan Denpasar.
  • Sekretaris Jenderal: Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, Uskup Keuskupan Bandung.

Para anggota Presidium KWI

  • Wakil Provinsi Gerejawi (PG) Medan: Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFMCap.
  • Wakil PG Palembang: Mgr. Aloysius Sudarso SCJ.
  • Wakil PG Makassar: Mgr. Johannes Liku-Ada’.
  • Wakil PG Pontianak: Mgr. Giulio Menccucini CP.
  • Wakil PG Kupang: Mgr. Dominikus Saku.
  • Wakil PG Semarang: Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono.

Para Ketua Komisi

  1. Komisi HAK: Mgr. Harun Yuwono, Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Lampung.
  2. Komisi Misioner: Mgr. Edmund Woga CSsR, Uskup Keuskupan Weetebula, Sumba, NTT.
  3. Komisi Kateketik: Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM, Uskup Keuskupan Bogor, Jawa Barat.
  4. Komisi Kerawam: Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Uskup Agung Keuskupan Ende, Flores, NTT.
  5. Komisi Komunikasi Sosial (Komsos): Mgr. Hilarion Datus Lega, Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Papua.
  6. Komisi Liturgi: Mgr. Petrus Boddeng Timang, Uskup Keuskupan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
  7. Komisi Pendidikan: Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFMCap, Uskup Keuskupan Padang, Sumatera Barat.
  8. Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE): Mgr. Yohanes Philipus “Gaiyabi” Saklil, Uskup Keuskupan Timika, Papua.
  9. Komisi Seminari: Mgr. Ludovicus Simanullang OFMCap, Uskup Keuskupan Sibolga, Sumatera Utara.
  10. Komisi Kepemudaan: Mgr. Pius Riana Prabdi, Uskup Keuskupan Ketapang, Kalimantan Barat.
  11. Komisi Teologi: Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF, Uskup Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
  12. Komisi Keluarga: Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Uskup Keuskupan Larantuka, Flores, NTT.
  13. Komisi Keadilan dan Perdamaian, Migran dan Perantau: Mgr. Dominikus Saku, Uskup Keuskupan Atambua, Timor, NTT.

Ketua Urusan Keuangan: Mgr. Silvester San, Uskup Keuskupan Denpasar

Anggota: Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono (Surabaya), Mgr. Agustinus Agus (Pontianak/Administrator Keuskupan Sintang)

  1. Ketua Dana Solidaritas Antar Keuskupan: Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, Uskup Keuskupan Surabaya.
  2. Delegatus Kitab Suci: Mgr. Johannes Liku-Ada’, Uskup Agung Keuskupan Agung Makassar, Sulawesi Selatan.
  3. Delegatus Karya Kesehatan: Mgr. Hubertus Leteng, Uskup Keuskupan Ruteng, Flores, NTT.
  4. Ketua Badan Kerjasama Bina Lanjut Imam Indonesia: Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ, Uskup Agung Keuskupan Agung Palembang.
  5. Moderator Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan: Mgr. Nicolaus Adi Seputra, MSC, Uskup Agung Keuskupan Agung Merauke, Papua Barat.
  6. Penghubung KOPTARI: Mgr. Aloysius Murwito OFM, Uskup Keuskupan Agats-Asmat, Papua.
  7. Episkopal Karismatik: Mgr. Hilarius Moa Nurak SVD, Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Kepulauan Bangka.

(pcp berdasarkan laporan www.mirifica.net)  

Foto dari Komsos KWI memperlihatkan Mgr Suharyo (kiri), Sekretaris Eksekutip Komisi Kerawam Pastor Guido Suprapto  (tengah), dan Mgr Subianto (Kanan))

 

Tinggalkan Pesan