Sekjen-PP-PK-dr.-Karolin-Margret-Natasa1

Ketua Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (Kerawam KWI) Mgr Yustinus Harjosusanto MSF mengajak seluruh anggota Pemuda Katolik di Indonesia untuk menyumbangkan tenaga, pikiran atau ide-ide untuk melakukan suatu yang baik untuk membuat masyarakat Indonesia lebih maju dan sejahtera.

“Peristiwa pelantikan Pemuda Katolik diharapkan menjadi kesempatan para pemuda untuk mengambil bagian dalam gerak pembangunan negara ini. Sikap iman bukan hanya mendengarkan firman-firman melalui Kitab Suci, tapi lebih daripada itu iman yang diyakini harus dipraktekkan dalam kehidupan setiap hari,” kata Mgr Harjosusanto dalam Misa Pelantikan Pengurus Pusat Pemuda Katolik masa bakti 2015-2018, di Unika Atmajaya, Jakarta, 8 November 2015.

Sekretaris Eksekutif Kerawam KWI Pastor Guido Suprapto Pr, Pastor Yulianus Astanto CICM, Pastor Wensi Wowor MSC, dan Pastor Sony Wengkang MSC menjadi konselebran dalam Misa bertema “Membangun Organisasi yang Kuat, Melahirkan Pemimpin yang Melayani,” itu.

Misa juga dihadiri Peneliti Senior LIPI J Kristiadi, Mantan Anggota DPR Paulus Krissantono, para Ketua Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik se-Indonesia, Ketua Umum Pemuda Katolik periode sebelumnya Agustinus Tamo Mbapa dan Koordinasi Penanaman Modal Frengki Sibarani, dan Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo.

Sebagai wadah yang kini berusia 70 tahun, Mgr Harjosusanto yang juga Uskup Agung Samarinda berharap agar Pemuda Katolik menunjukkan perannya yakni dengan mempersembahkan seluruh kemampuan untuk membangun bangsa Indonesia.

“Segala sesuatu yang diberikan dengan ikhlas, sungguh-sungguh tanpa menggerutu, akan bermanfaat bagi orang lain, akan selalu diberkati, dirahmati Tuhan, dan merupakan perwujudan iman secara nyata, demi membangun Gereja, bangsa dan negara Indonesia tercinta.”

Wujud sikap iman yang konkret bagi pengikut Yesus, lanjut Mgr Harjosusanto, selalu mengutamakan dan memperjuangkan aspek kemanusiaan. “Pemuda Katolik sebagai bagian dari masyarakat Indonesia saya harapkan membela hak-hak setiap warga negara yang mungkin tertindas,” kata uskup.

Seusai Misa, Mgr Harjosusanto melantik dan mengukuhkan Pengurus Pusat Pemuda Katolik periode 2015-2018 sesuai Surat Keputusan hasil Kongres Pemuda Katolik XVI di Batam, 21-23 Agustus 2015 yang menetapkan dr Karolin Margaret Natasa sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik.

Dalam pidatonya, anggota DPR RI F-PDIP asal Kalimantan Barat yang merupakan perempuan pertama yang menjadi Ketua Umum PP Pemuda Katolik itu mengajak seluruh anggota Pemuda Katolik untuk bekerja ekstra mewujudkan program-program pemerintah untuk kemajuan bangsa dan negara.

Mengakui tantangan ke depan bukanlah persoalan mudah, Karolin mengajak setiap komda meningkatkan kepedulian sehingga menyelesaikan persoalan yang terus melilit bangsa, karena kelahiran Pemuda Katolik 70 tahun lalu tidak terlepas dari sejarah perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. “Pemuda Katolik lahir dari rahim ibu pertiwi untuk turut memperjuangkan nasib dan masa depan bangsa dan negara Indonesia,” katanya.

Kesadaran akan identitas dan panggilan itu, tegas Karolin, senantiasa menjadi sumber semangat dan inspirasi generasi Pemuda Katolik saat ini, untuk “terus berjuang membela dan mewujudkan kedaulatan rakyat.”

Secara khusus, Karolin menyebut keterlibatan kader-kader Pemuda Katolik di bidang politik, yang dilihatnya sebagai panggilan mulia untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat, bangsa dan negara. “Melalui bidang politik, kita bisa turut merumuskan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat,” tegas Karolin seraya menegaskan keterlibatan kader-kader Pemuda Katolik tidaklah berorientasi kekuasaan semata, melainkan agar politik senantiasa berlandaskan kasih, membawa terang iman, kebenaran dan keadilan.

Cahyo Kumolo mengatakan bahwa Pemuda Katolik perlu memahami kondisi bangsa Indonesia, karena dengan demikian mereka bisa melakukan langkah-langkah untuk membantu pemerintah, tanpa melakukan hal yang melanggar norma dan aturan umum. “Usia bangsa telah mencapai 70 tahun, maka pemerintah terus mendorong para pemuda untuk ikut terlibat dalam kehidupan bernegara,” katanya.

Frangki Sibarani selaku penasehat Pemuda Katolik mengatakan bahwa kepengurusan Pemuda Katolik bisa bersinergi dengan Menpora, Mendagri dan kelompok organisasi lain guna membantu pemerintah melakukan kebaikan demi kesejahteraan masyarakat umum.(Konradus R Mangu)

 

Tinggalkan Pesan