11168026_798679296924482_5855176733453252263_n

Keluarga adalah locus (tempat, lokasi) di mana setiap anggotanya, ayah, ibu dan anak-anak, diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi-pribadi yang dewasa, matang, dan berwatak kepribadian yang mulia.

Dengan kehendak itu, seperti dikatakan Ketua Presidium KWI Mgr Ignatius Suharyo kepada para wartawan, sekarang ini sedang berlangsung Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2015 bertema “Keluarga: Sukacita Injil – Panggilan dan Perutusan Keluarga dalam Gereja dan Masyarakat Indonesia yang Majemuk” di Via Renata, Cipanas, Jawa Barat, 2-6 November 2015.

Sebanyak 580 umat awam dan hierarki Gereja Katolik Indonesia kini sedang membicarakan tentang keluarga karena yang diinginkan oleh Gereja Katolik Indonesia, lanjut Uskup Agung Jakarta itu, adalah ‘sosok ideal’ yang dewasa, matang, dan berwatak mulia.

Semua uskup bahkan uskup emeritus dan Julius Kardinal Darmaatmadja, serta Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filipazzi hadir dalam pertemuan yang dibuka dengan Misa yang dipimpin oleh Mgr Suharyo itu.

Sayangnya, ‘sosok ideal’ keluarga Katolik itu sangat sulit ditemui, lanjut Mgr Suharyo, sehingga banyak terjadi kisah perceraian dan banyak keluarga hidup pas-pasan: miskin material dan miskin berkesempatan untuk bisa berkembang.

Mgr Suharyo bahkan mengajak wartawan untuk membayangkan begitu banyak keluarga di Jakarta harus tidur bergantian karena hanya ada satu dipan di kamar sempit dalam rumah mereka yang juga sempit. Bahkan uskup agung itu menunjukkan hal yang lebih memprihatinkan di Keuskupan Larantuka, di mana banyak keluarga terpaksa ‘merelakan’ anggota keluarganya menjadi buruh migran di negeri jiran untuk melangsungkan hidup.

Di kota-kota besar seperti Jakarta, kata Mgr Suharyo, banyak anak menjadi ‘korban’ kesibukan orangtuanya, sehingga mereka menjadi ‘anak pembantu’ karena proses pendidikannya tidak ada di tangan orangtua sendiri.

Itu antara lain yang dibicarakan dalam SAGKI 2015 yang dibuka oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin yang mengapresiasi SAGKI 2015 dengan tema keluarga itu, karena “Dari keluarga itulah, kita semua semasa anak-anak mulai mengenal untuk pertama kalinya dan belajar nilai-nilai kebajikan.”

Selain itu, Menteri Agama memuji ‘tradisi’ persiapan perkawinan dalam Gereja Katolik. “Kami melihat Gereja Katolik punya histori sangat panjang dan lama dalam mempraktikkan best practice ini agar pasangan calon pengantin benar-benar paham apa itu esensi perkawinan,” kata menteri yang berupaya meninggalkan Sidang Kabinet Lengkap setelah mendapat ijin dari Presiden Joko Widodo membuka SAGKI 2015 itu.

Tiga pasutri mendapat kesempatan untuk memberi kesaksian di hadapan peserta. Mereka adalah Vincent-Vonny dari Keuskupan Agung Makassar, Fransiskus Saragih-Nurti Manurung dari Keuskupan Agung Medan, dan Hugo Taruk-Marlinda Tanti dari Keuskupan Banjarmasin. Pada hari berikutnya peserta mendengarkan juga testimoni perjuangan hidup berkeluarga oleh Maria Loreta, Maria Amin, Margaretha Aria, serta pasutri Toos dan Irene.

Banyak persoalan tentang keluarga terungkap dalam dalam sidang yang menurut Mgr Suharyo menjadi kesempatan untuk saling meneguhkan itu, maka untuk semakin mendalami dan menghayati makna sakramen-sakramen dalam Gereja Katolik, juga Sakramen Pernikahan, Konferensi Waligereja Indonesia melalui Komisi Komunikasi Sosail (KOMSOS) KWI meluncurkan film 7 sakramen Gereja.

Menurut Sekretaris Komsos KWI Pastor Kamilus Pantus Pr, “Film sebagai salah satu sarana edukasi tentu diharapkan ikut membantu pembentukan karakter dan pengembangan pendidikan dan budaya masyarakat, termasuk umat Katolik Indonesia.”

Selain itu, lanjut imam itu, “Orang-orang muda Katolik yang sedang bergulat dengan pendidikan, sangat perlu dibantu sehingga pengetahuan dan penghayatan kehidupan mereka akan makna sakramen semakin mendalam.” (pcp berdasarkan berbagai berita dan foto dari  dari peserta, Facebook SAGKI 2015, dan mirifica.net)

Tiga-Pasutri-Katolik-sedang-memberi-kesaksian-sukacita-keluarga-katolik-700x336

 

Menteri-Agama-Lukman-Hakim-Saifudin-saat-memberikan-sambutan-pembukaan-SAGKI-2015-700x336

Tinggalkan Pesan