????????

Krisma adalah sakramen kedewasaan yang memungkinkan orang beriman belajar menjadi dewasa  terutama dalam iman. Oleh karena itu, sangat dianjurkan agar para calon penerima Sakramen Krisma adalah orang yang sedang bertumbuh menjadi dewasa, dan bukan karena dia sudah menerima Komuni Pertama saja.

Uskup Manado Mgr Joseph Suwatan MSC menegaskan hal itu sebelum menerimakan Sakramen Krisma kepada 134 krismawan-krismawati dari Paroki Ratu Rosari Suci  Manado, tanggal 25 Oktober 2015. Penerimaan sakramen itu merupakan puncak perayaan HUT paroki, 7 Oktober 2015, yang juga diisi dengan Novena Bunda Maria Ratu Rosario, yang diikuti umat paroki lain, dan lomba koor antarwilayah rohani.

Dalam proses pertumbuhan menjadi dewasa dalam iman itu, Mgr Suwatan mengingatkan tentang bacaan Injil hari itu tentang Bartimeus, si buta dari Yeriko “yang dapat menjadi inspirasi dan model pembelajaran.”

Dalam kesederhanaanya dan tak mampu secara fisik, cerita Uskup Manado, Bartimeus duduk di pinggir jalan dengan kerinduan untuk berjumpa dengan Yesus. Dalam dialog dengan Yesus, ia meminta agar dapat melihat, dan dia diselamatkan dan  disembuhkan berkat imannya. “Sejauh mana perayaan Krisma yang selalu dirayakan dengan meriah menjadi ungkapan iman dan tidak menjadi sesuatu yang formalistis saja?” tanya uskup.

Krisma, jelas Mgr Suwatan, adalah kepenuhan sakramen inisiasi. “Anak yang baru lahir mendapatkan rahmat baptis, dan bagi anak yang sudah dibaptis ada makanan rohani melalui Tubuh dan Darah Kristus, yang membuka pintu baginya untuk ambil bagian dalam persekutuan dengan Gereja. Setelah menerima santapan rohani, diteguhkan dalam iman untuk terus berjuang menjadi dewasa dan diutus untuk memberi kesaksian karena hidup dalam Roh. Setiap orang yang hidup dalam Roh dipanggil untuk menghasilkan buah-buah Roh,” jelas uskup.

Gereja, lanjut uskup, selalu menyediakan aneka sarana rahmat ilahi “yang membantu kita semakin percaya kepada Bapa yang memberikan segala kebaikan, dan karena itu memanggil kita untuk selalu menolak kejahatan dalam berbagai bentuknya.”

Dalam dialog khusus antara uskup dengan para krismawan-krismawati, Deisy Sundah mengungkapkan kegembiraan karena mendapat kepenuhan rahmat sakramen inisiasi. “Tugas kami bukan berhenti dengan hari-hari persiapan, latihan dan puncak perayaan ini, melainkan terus mempersiapkan diri menghadapi hari-hari pergumulan dan perjuangan sebagai orang beriman. Karena  itu, kami tetap mengharapkan agar Bapa Uskup tetap mendoakan kami,” kata dokter itu. (Sales Tapobali)

 

Tinggalkan Pesan