25-Sept-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XXV (H)

HUT Kongregasi MTB
Santo Nikolas dari Flue; Santo Sergius dari Radonezh

Bacaan I: Hag. 2:1b-10

Mazmur: 43:1-4; R:5bc

Bacaan Injil: Luk. 9:18-22

Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: ”Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” Jawab mereka: ”Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” Yesus bertanya kepada mereka: ”Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: ”Mesias dari Allah.” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Dan Yesus berkata: ”Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Renungan

Identitas menjadi sangat penting untuk seseorang yang hidup di dunia ini. Siapa namanya, apa perkerjaannya, latar belakang keluarganya, keahliannya apa, tingkat pendidikannya apa, dan seterusnya. Setiap kita pasti memiliki identitas. Demikian juga Yesus. Selama hidup di dunia, Ia pun ingin mempertegas siapa identitas-Nya menurut orang-orang di sekitar-Nya yang selama ini hidup dan berkarya bersama-Nya. Akan tetapi, yang menarik adalah ketika diungkap bahwa Ia adalah Mesias, Yesus langsung menghardik murid-murid-Nya agar jangan mengatakan hal itu kepada siapa pun. Mengapa demikian?

Jawabannya terkait dengan situasi politik saat itu. Adalah sesuatu yang sangat sensitif ketika menyebut kata ”mesias” pada zaman itu, karena pasti akan segera digasak oleh penguasa karena pasti konotasi dari kata ”mesias” adalah seorang pemberontak yang akan mengambil alih kekuasaan mereka.

Persis inilah yang semua orang pada zaman itu tidak memahami siapa Yesus. Mesias yang sejati justru akan mati di kayu salib secara mengenaskan. Yesus adalah seorang Mesias yang mau mati untuk kita dan merasakan penderitaan manusia.

Ya Bapa, semoga aku memahami siapa Yesus dengan tepat sehingga aku bisa semakin ikut serta dalam tugas misi-Nya di dunia ini. Amin.

 

Tinggalkan Pesan