17-Sept-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XXIV (H)

Santo Robertus Bellarminus;
Santa Hildegardis; Santo Albertus dari Yerusalem

Bacaan I: 1Tim. 4:12-16

Mazmur: 111:7-10; R:2a

Bacaan Injil: Luk. 7:36-50

Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: ”Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.” Lalu Yesus berkata kepadanya: ”Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: ”Katakanlah, Guru.”

”Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?” Jawab Simon: ”Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: ”Betul pendapatmu itu.” Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: ”Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.” (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab….)

Renungan

Pertanyaan besar dalam permenungan hari ini: Apakah kita sungguh mencintai Yesus? Bila kita menjawab Ya, pertanyaan selanjutnya: Hal apakah yang sungguh bernilai dalam hidup kita, sudah kita persembahkan kepada Tuhan?

Kisah Injil menampilkan sindiran Yesus kepada orang Farisi dan ahli Taurat bahwa ternyata yang lebih mengasihi Yesus adalah orang-orang berdosa yang bertobat daripada orang-orang yang sudah merasa benar atau sudah merasa menjadi orang baik. Orang yang berhutang lebih banyak dan dihapuskan, dialah yang lebih merasa berhutang kepada tuannya.

Dalam kehidupan nyata kita di lingkungan atau komunitas, kita kerap mencibir orang yang kita anggap telah melakukan dosa besar dan kita merasa hidupnya lebih benar daripada mereka.

Dalam kisah Injil berulangkali Yesus mengungkap soal keberpihakannya kepada mereka yang merasa berdosa, namun mau datang kepada Tuhan. Pertobatan menjadi jalan kesucian daripada kesombongan rohani yang dimiliki oleh orang-orang yang merasa sudah baik.

Ya Bapa, ajarilah aku menjadi semakin rendah hati bahwa aku pun tidak pantas di hadapan-Mu. Amin. 

 

Tinggalkan Pesan