11988442_10205722400071664_7815620548615463049_n

Guna mewujudnyatakan visi-misi yang selaras dengan Pedoman Arah Dasar Keuskupan Bandung “Menjadi Gereja yang Hidup, Mengakar, Mekar dan Berbuah” dan guna memperkuat jatidiri sebagai profesional dan usahawan yang diberkati, Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) Keuskupan Bandung melaksanakan Job Fair Katolik dengan “semangat berbagi.”

Ketua Umum PUKAT Keuskupan Bandung Robert Hadi berbicara saat membuka Job Fair Katolik yang dilaksanakan dengan dukungan Komunitas Karyawan Muda Katolik (KKMK) Keuskupan Bandung di Plaza dan Aula Gereja Santo Petrus Katedral Bandung, 2 September 2015.

Acara itu mempertemukan usahawan Katolik yang membutuhkan karyawan dengan umat Katolik yang membutuhkan pekerjaan. Terdaftar sebanyak 440 pencari kerja dan 40 usahawan bertemu dalam acara yang digelar menjelang ulang tahun kedua PUKAT Keuskupan Bandung, 30 Oktober 2015. Pada saat acara berlangsung, berapa pelamar dan usahawan masih mau mendaftar.

Menurut Robert Hadi, job fair bertema “Menghadirkan Kerajaan Allah” itu bertujuan untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia dalam wujud berbeda, saling berbagi kasih dan talenta, menghadirkan sukacita dan mencapai kesejahteraan bersama.

“Kita diajak untuk mampu menghadirkan Kerajaan Allah khususnya saat sekarang ini dengan wujud yang berbeda, antara lain melalui kegiatan Job Fair ini, saat para usahawan menawarkan kasih dan umat pencari kerja menawarkan talenta yang dimiliki untuk mencapai kesejahteraan bersama.”

Job Fair dikemas dengan cara berbeda, bukan hanya dalam sistem pendaftaran dan mapping pelamar, tetapi juga hiburan live music, dekorasi setiap stand, dan kehadiran Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC dan Vikjen Keuskupan Bandung Pastor Yustinus Hilman Pujiatmoko Pr.

Pelamar atau pencari kerja dan usahawan mendaftarkan keikutsertaan mereka di sekretariat paroki. Panitia lalu membuat mapping pelamar guna mengarahkan mereka agar bisa mendapatkan pekerjaan sesuai pengalaman atau keahlian yang mereka butuhkan. Teknis job fair dan stand masing-masing sudah juga disampaikan kepada para usahawan.

Setelah dibuka dalam acara yang juga dihadiri Ketua Kadin Propinsi Jawa Barat, para pelamar pekerjaan mengunjungi stand-stand dan panitia bekerjasama melayani para pelamar kerja maupun usahawan yang membutuhkan bantuan. Acara berlangsung mulai pukul 09.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Robert Hadi menegaskan bahwa pertemuan antara pengusaha sebagai penyedia lapangan kerja dan mitra kerja yang membutuhkan kerja ini adalah sebuah langkah kecil. “Proses link dan match akan berjalan baik apabila ada kesadaran masing-masing pihak untuk rela berbagi,” usahawan menyadari berkat Tuhan atas kemampuan lebih yang diterimanya dan rela berbagi serta meneruskannya kepada yang membutuhkan.

Kegiatan itu bukan sekedar karitatif, namun pemberdayaan mitra kerja atau karyawannya, kata Robert Hadi seraya berharap agar calon mitra kerja atau karyawan rela mendukung perusahaan tempat dia bekerja dengan sepenuh hati mengolah dan membagi talenta yang dimilikinya. “Dengan demikian semoga terjadi sinergi yang saling membangun dan menumbuhkan.”

Menurut Ketua KKMK Keuskupan Bandung, Billi, Job Fair Katolik itu disambut positif dan antusias oleh para peserta karena memberikan kesempatan luas dan tidak terbatas baik umur maupun pendidikan kepada para pelamar.

KKMK Keuskupan Bandung, jelasnya, akan juga mengadakan acara serupa bahkan ingin membuat pelatihan bagi pekerja umat Katolik guna mengasah maupun meningkatkan keahlian mereka agar lebih percaya diri menghadapi dunia pekerjaan.(kristiana widianti)

11951759_10205722400911685_8660265731894046493_n

11987010_10205722407351846_7133423933674683399_n

10500355_10205722408511875_5545524849116092847_n

Keterangan foto dari atas: Vikjen Keuskupan Bandung melihat suasana Job Fair Katolik, suasana pencari kerja di sebuah stand, Uskup Bandung (tengah) bersama Ketua Pukat Bandung Robert Hadi (kedua dari kiri), dan hiburan live music.

 

Tinggalkan Pesan