heading-Laudato-Si

Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian telah mengeluarkan sebuah proposal yang  mendorong umat beriman untuk melaksanakan Adorasi Ekaristi pada Hari Doa se-Dunia untuk Peduli Ciptaan tanggal 1 September.

Proposal yang diawali pengantar audio visual tentang lingkungan hidup berdurasi 5 menit itu ditampilkan dan bisa diunduh pada website dewan itu www.iustitiaetpax.va.

Dalam usulan Adorasi Ekaristi itu ada bacaan pertama Kejadian 1:26-2:3 dan 2:15, tentang narasi Penciptaan dan kehendak Allah untuk menempatkan manusia di taman Eden untuk mengerjakannya dan menjaganya.

Bacaan itu diikuti Mazmur 148 yang mengundang semua makhluk untuk memuji keajaiban yang diciptakan di bumi: “Puji Tuhan! Puji Tuhan si surga, pujilah Dia di tempat tinggi!” serta bacaan Injil Matius 6:25-33. Dalam bacaan itu Yesus dikatakan bahwa hidup kita lebih penting daripada makanan dan tubuh lebih penting daripada pakaian: “Pandanglah burung-burung di langit yang tidak menabur dan tidak menuai atau mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kami jauh melebihi burung-burung itu?”

Kemudian ada tiga kutipan dari Laudato Si’ (Eksiklik Paus Fransiskus tentang peduli pada rumah kita bersama). Pertama, (nomor 8-9) Paus mengenang Patriark Bartolomeus “yang secara khusus mengatakan tentang perlunya kita bertobat dari cara-cara kita yang merugikan planet ini, … ‘karena kita semua ikut menyebabkan kerusakan ekologis.’”

Kedua (nomor 236), Paus menyoroti bahwa di dalam Ekaristi “semua yang diciptakan sungguh-sungguh ditinggikan.” Ketiga, (nomor 241-242) Paus mengacu Maria dan Yusuf, dan secara khusus tentang hati perawan Maria yang meratapi kematian Yesus, dan “demikian juga sekarang ini ia menangisi penderitaan orang-orang miskin yang tersalib dan makhluk-makhluk dunia yang dibuang bagaikan sampah oleh kekuasaan manusia.”

Doa-Doa Umat dipanjatkan agar umat Kristiani pertama-tama mencari kerajaan Allah, mengupayakan pertumbuhan dalam Roh, berbuah melimpah, mengupayakan kebaikan Gereja, dan agar semua generasi boleh bersama-sama menikmati kebaikan ciptaan.

Usulan program itu diakhiri dengan doa Bapa Kami, berkat penutup, dan kutipan surat Paus Fransiskus tertanggal 6 Agustus 2015 kepada Presiden Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian Kardinal Peter Turkson dan Presiden Dewan Kepausan untuk Peningkatan Persatuan Umat Kristen Kardinal Kurt Koch untuk penetapan Hari Doa se-Dunia itu. Berdasarkan surat itu, pada tanggal 10 Agustus 2015, Paus menetapkan Hari Dosa se-Dunia untuk Peduli Ciptaan.

Dalam surat itu, Paus menegaskan kembali tanggung jawab umat Kristiani untuk ikut menyelesaikan krisis ekologi yang dialami manusia saat ini. Untuk upaya itu, Paus mengutip berbagai ayat dari ensiklik lingkungan hidup Laudato Si’ yang mengajak umat untuk peduli pada ciptaan dan bertobat atas kesalahan kita yang mengakibatkan krisis ekologi.

Hari Doa se-Dunia itu akan berlangsung setiap tahun tanggal 1 September. Tahun ini, Hari Doa se-Dunia untuk Peduli Ciptaan akan dirayakan di Lapangan Santo Petrus. Sesuai langkah Gereja Ortodoks, umat Katolik didorong untuk berdoa doa dan mengambil berbagai prakarsa praktis untuk mengatasi krisis lingkungan yang dihadapi planet kita.

Melihat Gereja-Gereja lokal seluruh dunia sedang merencanakan merefleksikan gaya hidup kita yang berdampak pada pada  lingkungan, Paus mengatakan bahwa pada hari itu dia ikut bersama para uskup, imam, biarawan-biarawati serta kaum awam dalam Liturgi Sabda khusus di Basilika Santo Petrus mulai pukul 5 sore. (paul c pati berdasarkan L’Osservatore Romano, Zenit.org, dan Radio Vatikan)

????????

world-day-of-prayer-for-the-care-of-creation

 

Tinggalkan Pesan