Film Pendek (1)

Film pendek adalah film yang memang dibuat dengan durasi pendek namun idenya jelas, message-nya jelas, dan sangat inspiratif. Film yang baik harus bisa menyampaikan nilai dan menyentuh perasaan penontonnya.

Pastor Murti Hadi Wijayanto SJ berbicara dalam workshop Festival Film Pendek 2015 bertema “Betapa Indah Panggilan-Mu, Tuhan!” yang dilaksanakan oleh Keuskupan Agung Semarang di Semarang (KAS), 22 Agustus 2015. Pemeran sinetron Glenn Alinskie, Pastor Agustinus Suryo Nugroho Pr dari Seminari Menengah Mertoyudan, dan Pastor Petrus Noegroho Agoeng Sri Widodo Pr yang menjabat Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KAS hadir dalam workshop di tengah 200 peserta.

Pembuat film panjang bisa bermain-main dengan problematika yang panjang, namun film pendek harus memiliki values dan berguna untuk penonton atau masyarakat luas, tegas imam dari Studio Audio Visual Puskat Yogyakarta itu.

Pastor Murti berharap workshop itu membantu peserta mengetahui cara-cara membuat film pendek dan mengikuti festival film pendek. “Film itu bisa dibuat dengan alat apa pun yang ada sekarang. Film sekarang berbeda dengan zaman saya masih muda dulu. Zaman dulu, hanya beberapa orang bisa membuat film. Tapi sekarang, anak SMP pun bisa membuat film bahkan dengan handphone,” kata Pastor Murti seraya berharap agar pemula tidak takut memulai.

Pastor Agoeng sependapat bahwa membuat film bisa murah. “Membuat film bisa menggunakan peralatan canggih, tetapi juga bisa menggunakan sekadar yang kita miliki. Jangan mengatakan handphone tidak akan bisa menghasilkan karya yang berkompetisi dengan yang lainnya,” kata imam itu seraya menceritakan bahwa dia dan Komsos KAS pernah membuat film dengan handphone dan memenangkan lomba.

Sampai sekarang, lanjut Pastor Agoeng, produksi film menjadi sesuatu yang memberikan warna bagi kehidupan banyak orang. “Film juga bisa menjadi representasi untuk menampilkan hidup dalam keseharian,” kata imam itu.

Dunia akting sangat menantang karena harus memerankan karakter orang yang beda-beda. Dengan akting, menurut Glenn, seseorang bisa belajar membaca gerak-gerik orang. “Jadi sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Merefleksikan tema “Betapa Indah Panggilan-Mu, Tuhan!” Pastor Suryo mengatakan bahwa ada banyak kisah menarik yang terjadi di seminari. “Itu bisa diangkat menjadi bahan cerita,” kata imam itu.

Workshop itu dibagi menjadi dua yakni kelas akting dan kelas sutradara. Dalam kelas sutradara, Pastor Murti menjelaskan hal-hal teknis terkait pembuatan film dengan mengatakan bahwa referensi film itu penting bagi pembuat film. “Jadi, tontonlah film sebanyak-banyaknya. Di situ biasanya kreativitas akan bisa muncul,” kata imam itu.(Lukas Awi Tristanto)

Film Pendek

Tinggalkan Pesan