monica

PEKAN BIASA XXI 

Peringatan Wajib Santa Monika (P)

Santa Emma; Santo Cyrilus dari Alexandria

Bacaan I: 1Tes. 3:7-13

Mazmur: 90:3-4.12-13.14.17

Bacaan Injil: Mat. 24:42-51 (khusus: 7:11-17)

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: ”Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.

Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi, apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

Renungan

Supaya fisik bertumbuh baik, kita perlu makan setiap hari. Demikian pula dalam bidang rohani. Pada awal iman bertumbuh, ia belumlah teguh, masih lemah. Ia butuh waktu agar berkembang menjadi kuat. Iman umat di Tesalonika pun demikian, pada mulanya masih ”bayi”. Paulus menambahkan apa yang masih kurang pada iman mereka. Ia terus membina dan mendoakan mereka. Ia menjaga iman mereka agar mereka teguh berdiri dalam Tuhan.

Hari ini kita memperingati Santa Monika, Ibu dari Santo Agustinus. Iman dan cara hidupnya yang terpuji patut dicontoh oleh ibu-ibu, terutama mereka yang anaknya terseret oleh berbagai ajaran dan bujukan dunia, yang bandel dan susah diatur. Berkat imannya yang teguh dan doanya yang tekun, anaknya Agustinus bertobat dan menjadi seorang Kudus. Santa Monika telah berperan dengan baik sebagai ibu biologis sekaligus pengasuh iman anaknya hingga imannya dewasa.

Bagaimana dengan kita sendiri? Apakah iman kita sudah dewasa? Bagaimanapun juga keadaannya, kita wajib senantiasa menjaga kesegaran iman kita. Kita harus berjaga-jaga atas iman kita hingga akhir hidup. Kita perlu menjaganya setiap saat, bukan karena terpaksa atau diharuskan orang lain, tetapi karena kita peduli dan sadar akan perlunya iman itu dalam hidup sehari-hari. Untuk itulah kita perlu berdoa setiap hari, membaca renungan harian, membaca buku-buku rohani, ikut rekoleksi, retret dan berbagai pembinaan iman lainnya. Bila Tuhan datang, semoga Dia mendapati kita siap siaga.

Ya Tuhan, semoga aku selalu memperteguh imanku setiap hari dan aku dapat juga menguatkan iman orang lain. Amin.   

 

Tinggalkan Pesan