Kardinal Parolin

Vatikan “telah lama menganggap Indonesia sebagai contoh yang baik dan model perdamaian, hidup berdampingan antaragama dan toleransi di antara kelompok-kelompok agama-agama yang berbeda,” kata Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2015.

Menurut laporan AsiaNews yang dikutip oleh Radio Vatikan, 12 Agustus 2015, saat ini kardinal itu sedang mengunjungi Indonesia. Di sana, pada hari Senin, 10 Agustus 2015, kardinal itu bertemu dengan Sekretariat ASEAN, dan tanggal 15 Agustus akan melakukan perjalanan ke Timor Leste untuk memimpin perayaan 500 tahun evangelisasi di negara itu.

Pembicaraan yang berlangsung setengah jam itu mencakup empat bidang: koeksistensi antaragama, kerjasama kebudayaan, prakarsa-prakarsa media bersama dan pendidikan. Sekretaris Negara itu menghargai “fenomena yang sangat signifikan sehingga masyarakat menunjukkan rasa hormat, hidup dalam toleransi dan menerima keragaman, yang membuat Indonesia menjadi sebuah bangsa yang benar-benar unik.”

Menurut Kardinal Parolin, di negara tempat terjadi ketegangan antara Muslim dan Kristen, yang paling penting “adalah menemukan cara untuk menghormati dan menerima perbedaan; seraya berupaya agar tidak kasar dan agresif.”

Dalam pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan itu, kedua pihak menyatakan bahwa “semua perbedaan harus disikapi dengan cara sebaik mungkin dan semua kelompok harus menunjukkan kesediaan untuk bekerja sama menciptakan dunia yang terbuka terhadap setiap orang.”

Vatikan adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Kunjungan kardinal itu ke Jakarta adalah yang pertama yang pernah diatur oleh sekretaris negara sejak tahun 1950, awal hubungan diplomatik antara Tahta Suci dan Indonesia, negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbanyak di dunia. Hubungan baik semakin terjalin berkat serangkaian kunjungan paus, yang terakhir adalah yang dilakukan oleh Paus Yohanes Paulus II di tahun 1989.

Menteri Luar Negeri Indonesia mengatakan bahwa Jakarta dan Vatikan aktif dalam mengeksplorasi kemungkinan kerjasama di bidang pendidikan. Kini sedang dipelajari hubungan kemitraan antara Universitas Kepausan Urbaniana dan Universitas Islam Jakarta.

Sebagai bagian dari prakarsa media bersama, proyek bersama lainnya akan melibatkan Radio Vatikan dan Radio Republik Indonesia (RRI) dalam liputan langsung perayaan-perayaan keagamaan seperti Paskah dan Natal yang akan diadakan di Vatikan untuk disiarkan terutama di Pulau Flores, yang memiliki populasi Katolik yang besar. (pcp berdasarkan AsiaNews/Radio Vatikan)

INDONESIA_-_0812_-_Parolin

 

12Ex (1)

Foto credit: dari atas ke bawa: EPA, AsiaNews, theJakartaPost

Tinggalkan Pesan