10-Agsts-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XIX (M)

Pesta Santo Laurensius, Diakon dan Martir (M)

Bacaan I: 2Kor. 9:6-10

Mazmur: 112:1-2.5-9; R: 5a

Bacaan Injil: Yoh. 12:24-26

Menjelang akhir hidup-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barang siapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barang siapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barang siapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barang siapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”

Renungan 

Laurensius adalah seorang diakon di Roma. Ia wafat tahun 258. Ia dipaksa untuk menyembah kaisar. Karena tidak mau, dia ditangkap dan disuruh menyerahkan harta Gereja. Harta yang dikumpulkannya bukanlah emas dan perak, tetapi orang-orang miskin. Itulah ”kekayaan” Gereja. Kaisar marah, lalu menyuruh dia dibakar. Ia mati sebagai martir.

Menjadi martir berarti menjadi saksi Kristus, saksi iman. Menjadi martir tidak harus mati berdarah seperti Laurentius. Banyak cara kita menjadi saksi Kristus: dengan hidup jujur, tidak korupsi, disiplin, dan bertanggung jawab. Negara kita membutuhkan martir-martir non-darah ini. Betapa banyak pegawai sekarang yang terlambat masuk kerja, dan betapa banyak orang sekarang permisif dengan korupsi, uang suap dan uang sogok. Kita pun kadang-kadang menjadi korban atas sistem yang berlaku, sehingga melakukannya juga. Semoga kita bisa menjadi saksi iman akan hidup yang benar dan bersih.

Ya Tuhan, semoga aku kuat menjadi saksi-Mu: tidak korupsi uang dan waktu. Amin.

 

 

Tinggalkan Pesan