PPA

Berbicara kepada sekitar 10.000 putera-puteri altar dari berbagai negara di malam tanggal 4 Agustus 2015 di Lapangan Santo Petrus, Paus mengatakan, ”Justru karena kita dipenuhi dengan sukacita sebagai teman dari Yesus Kristus, maka iman menarik kita kepada orang lain, menjadikan kita misionaris-misionaris alami!”

Bapa Suci berterima kepada semua peserta Ziarah Internasional Para Putra-Putri Altar yang datang dalam jumlah yang begitu besar dan yang mau menahan panasnya matahari Roma di bulan Agustus. Ziarah lima tahun sekali, yang diorganisir oleh Coetus Internasionalis Ministrantium itu, tahun ini dilaksanakan tanggal 3-6 Agustus 2015 dengan moto adalah “Di sini aku. Utuslah aku!”

Ziarah internasional untuk wakil-wakil dari negara-negara seluruh Eropa, termasuk Jerman, Italia, Perancis, Austria, Jerman, Portugal, Swiss, Hongraria, Kroatia, Luxembourg, Serbia dan Slovakia, bertujuan agar para putera-puteri altar ambil bagian dalam pengalaman unik pelayanan mereka, dan membantu mereka melihat keragaman Gereja universal.

“Kalian datang dari berbagai negara untuk berziarah ke Roma, kita tempat Rasul Petrus dan Paulus mati sebagai martir,” kata Paus Fransiskus.

Dekat dengan Yesus dan mengenal-Nya dalam Ekaristi melalui pelayanan kalian di altar, kata Paus Fransiskus, “membuat kalian bisa membuka diri kepada sesama, berjalan bersama, menentukan tujuan yang diinginkan dan menemukan kekuatan untuk mencapainya.”

Menyadari bahwa kita kecil dan lemah, sekaligus mengetahui bahwa dengan bantuan Yesus, kita dapat diperkuat dan menerima tantangan perjalanan hidup dalam persaudaraan dengan Yesus, kata Paus, “adalah sumber sukacita yang sesungguhnya.”

Paus Fransiskus mengenang nabi Yesaya yang memiliki ketidaksempurnaan, tetapi karena menemukan kebenaran dari kekuatan Allah, dia bisa berubah. Paus Fransiskus mengingatkan kepada orang-orang muda itu bahwa di saat Yesaya berbalik kepada Allah, Dia memurnikan niatnya, mengampuni dosa-dosanya, menyembuhkan hatinya dan membuatnya siap mengambil tugas penting membawa firman Allah kepada umatnya.

“Yesaya menyadari bahwa, dengan mempercayakan dirinya ke dalam tangan Tuhan, seluruh keberadaannya akan berubah,” kata Paus. “Yesaya terkejut ketika melihat bahwa Tuhanlah yang pertama bertindak; Allahlah yang mendekati.”

Secara spontan, di luar teks yang dipersiapkan, Paus Fransiskus minta kepada para putera-puteri altar untuk tidak pernah lupa bahwa Allah selalu mengambil langkah pertama, dan mendekat.

“Yesaya menyadari bahwa tindakan-tindakan Allah tidak terhalang oleh ketidaksempurnaannya; kebaikan Allah sendirilah yang membuat dia bisa mengambil misi itu, seraya merubahnya menjadi orang yang sama sekali baru dan karena itu bisa menanggapi panggilan Tuhan, seraya mengatakan, ‘Ini aku, utuslah aku! (Yes 6: 8),” kata Paus.

“Seperti Yesaya, kita juga diundang untuk tidak tetap menutup diri sendiri, dengan menyimpan iman kita di bunker bawah tanah tempat kita mengungsi di saat-saat yang sulit.” Sebaliknya, lanjut Paus, “kita dipanggil untuk berbagi sukacita karena mengetahui bahwa kita dipilih dan diselamatkan oleh kerahiman Tuhan, sukacita karena menjadi saksi-saksi tentang kenyataan bahwa iman memberikan arah baru untuk langkah-langkah kita, bahwa iman membuat kita bebas dan kuat sehingga siap dan mampu menjadi misionaris.”

Bapa Suci kemudian menegaskan “Betapa indahnya menyadari bahwa iman membuat kita keluar dari diri sendiri, keluar dari keterpencilan kita.” (paul c pati berdasarkan Radio Vatikan dan Zenit.org)

PPA1

PPA3

Bagikan
Artikel sebelumRabu, 5 Juli 2015
Artikel berikutKamis, 6 Juli 2015

Tinggalkan Pesan